Selasa 04 Mei 2021, 17:49 WIB

Kompak dengan Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Kompak dengan Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat

Antara
Karyawan bank menghitung uang rupiah dan dolar AS.

 

DALAM perdagangan Selasa (4/5), nilai tukar rupiah ditutup menguat 25 poin di level Rp14.383 per dolar Amerika Serikat (AS). Adapun indeks dolar AS juga menguat 0,46% di level 91,36.

Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang global, karena investor mencerna pandangan optimistis Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang perekonomian.

Sebelumnya, Powell menyebut ekonomi AS secara bertahap pulih dari dampak pandemi covid-19. Namun, dia mengingatkan bahwa AS belum keluar dari masalah pandemi. Dia juga mencatat bahwa masih ada beban ekonomi yang tidak proporsional.

Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi di Sektor dan Daerah Belum Merata

Saat ini, pelaku pasar fokus pada angka indeks PMI Services yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Investor juga mencari data lebih lanjut yang akan dirilis akhir pekan ini. Termasuk, neraca perdagangan AS dan laporan ketenagakerjaan AS periode April 2021, yang mencakup non-farm payrolls.

Dari dalam negeri, tantangan pemulihan ekonomi masih sangat tinggi pada tahun depan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

"Ini menjadi tantangan di mana kita perlu mengakselerasi pemulihan ekonomi. Sekaligus kesehatan APBN yang sudah bekerja sangat keras dalam dua tahun berturut-turut untuk menanggulangi pandemi," ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Selasa (4/5).

Baca juga: Ekonomi AS Tumbuh 6,4% di Kuartal I 2021 Berkat Vaksinasi Covid-19

Pandemi covid-19 dikatakannya masih memiliki risiko tinggi. Mengingat, lonjakan kasus covid-19 kembali terjadi secara global, dengan lebih dari 800 kasus per hari. Ditambah lagi, kemunculan berbagai varian baru covid-19.

Gelombang baru covid-19 juga bermunculan di berbagai negara, seperti India, Brasil, Chili, Turki dan beberapa negara Eropa. Berbagai risiko pandemi akan memengaruhi upaya pemulihan ekonomi pada tahun ini dan tahun depan, yang dilandasi oleh faktor eksternal maupun domestik. 

Sebaiknya, pemerintah terus memperpanjang PPKM skala mikro untuk menekan laju penyebaran covid-19. Di samping, menggencarkan vaksinasi covid-19 di tengah masyarakat. Dengan terus ditekannya kasus covid-19, ada harapan besar masyarakat bisa beraktivitas kembali secara normal.(OL-11)
 

Baca Juga

Ilustrasi

Pengenaan Sanksi Tak Hilangkan Kewajiban Perusahaan Bayar THR  

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:00 WIB
"Pengenaan sanksi administratif tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atas denda keterlambatan membayar THR Keagamaan sebagaimana...
Antara/Fauzan

Larangan Mudik, Ada 29.296 Penumpang Lakukan Perjalanan Nonmudik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 22:15 WIB
Transportasi terbanyak yang dipilih masyarakat untuk perjalanan nonmudik ialah angkutan...
 MI/RAMDANI

Studi Visa: Di Masa Pandemi, Masyarakat Terus Minati e-Commerce

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 22:05 WIB
Pandemi terus mengakselerasi pergeseran menuju perdagangan yang mengutamakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya