Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan kerja sama remitansi dengan salah satu perusahaan Penyedia Layanan Transfer Dana Global yaitu Western Union pada Selasa (20/4) di Jakarta.
Kerja sama itu berupa penyediaan layanan remitansi yang memungkinkan nasabah yang berada di Indonesia dapat menerima pengiriman dana Western Union dari luar negeri di lebih dari 9.000 unit kerja BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mengenai mekanisme pengiriman, pengirim yang berada di luar negeri dapat mengirimkan dana menggunakan digital service Western Union yang tersedia di 75 negara, atau melalui Agen Western Union yang berada di seluruh dunia. Sedangkan untuk pengiriman outgoing transfer dari BRI di Indonesia, diperkirakan akan mulai berjalan di tahun ini.
Senior Executive Vice President (SEVP) Treasury & Global Services BRI, Listiarini Dewajanti menyatakan bahwa BRI selalu berfokus untuk menjaga pertumbuhan bisnis remitansi. Selain itu, BRI merupakan salah satu bank yang diperhitungkan dalam bisnis remitansi.
“Kami selalu mencoba untuk meningkatkan transaksi remitansi, khususnya dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan top di industri ini, dalam hal ini Western Union. Semoga Kerjasama ini dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” tutur Listiarini.
Gayung bersambut dari pihak Western Union, Head of Network Singapore, Indonesia, and North Asia Western Union, K. Premmananth, menyatakan bahwa pihaknya sangat bersemangat dengan kolaborasi yang dilakukan dengan BRI dalam rangka menyediakan layanan dari Western Union.
“Jaringan global Western Union yang sangat luas, dengan cakupan lebih dari 200 negara, mengindikasikan bahwa kami merupakan ahli dalam mengarahkan dan mentransformasikan beragam kompleksitas di bidang cross-border money transfer menjadi suatu pengalaman yang berharga untuk nasabah dalam menerima dana dari keluarga dan rekan yang berada di luar negeri. Diharapkan kolaborasi ini dapat berjalan dengan sukses”, jelas Premmananth.
Berdasarkan data World Bank, diperkirakan jumlah pengiriman dana dari luar negeri ke Indonesia sekitar USD $9,8 Miliar atau sekitar Rp 142 triliun (kurs USD/IDR 14.500). Jumlah tersebut terbilang besar dan dibutuhkan dukungan jaringan yang luas untuk memudahkan masyarakat mengambil uang kiriman dari luar negeri.
Dengan jumlah unit kerja lebih dari 9 ribu outlet dan tersebar di seluruh Indonesia, BRI optimistis dapat memberikan layanan terbaik khususnya bagi para penerima dana yang membutuhkan pengambilan dana secara cepat dan efisien.
Terlebih lagi masyarakat tengah bersiap untuk menyambut datangnya lebaran, hari dimana sanak keluarga mengirimkan uang untuk keluarga termasuk dari luar negeri.
Adapun ke depannya, untuk memberikan layanan yang lebih baik. BRI dan Western Union berencana untuk menyediakan layanan pengiriman dana dari Indonesia ke luar negeri. (RO/OL-09)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti pentingnya hubungan budaya dalam kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menegaskan posisi Todak Academy sebagai salah satu pemimpin regional dalam pengembangan talenta digital masa depan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting penerapan sanksi sosial sebagai alternatif hukuman pidana,
Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved