Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Ketua Umum HIPPI Jaksel: Kerja Sama dengan Arm Harus Menjadi Jalan Masuk Indonesia ke Peta Industri Semikonduktor Dunia

Media Indonesia
12/3/2026 04:28
Ketua Umum HIPPI Jaksel: Kerja Sama dengan Arm Harus Menjadi Jalan Masuk Indonesia ke Peta Industri Semikonduktor Dunia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

RENCANA kerja sama Indonesia dengan Arm Ltd, perusahaan desain chip asal Inggris yang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam industri semikonduktor global, merupakan momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas teknologi nasional melalui transfer knowledge dan pengembangan talenta semikonduktor.

Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka Aufary Ramli, menilai bahwa kolaborasi dengan Arm harus dipandang sebagai langkah penting bagi Indonesia untuk mulai masuk ke dalam ekosistem teknologi chip global yang selama ini didominasi oleh negara-negara maju.

Arm dikenal sebagai perusahaan yang merancang arsitektur prosesor yang digunakan secara luas dalam berbagai perangkat elektronik modern. Teknologi Arm saat ini menjadi fondasi bagi lebih dari 99% smartphone di dunia, serta digunakan dalam berbagai sektor strategis seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, kendaraan otonom, hingga perangkat Internet of Things (IoT).

“Kerja sama dengan Arm harus dimaknai sebagai pintu masuk bagi Indonesia untuk mempercepat transfer teknologi semikonduktor. Ini bukan sekadar investasi teknologi, tetapi peluang untuk membangun kapasitas engineering nasional di bidang desain chip,” ujar Azka Aufary Ramli.

Secara global, industri semikonduktor merupakan salah satu sektor teknologi paling strategis. Nilai pasar semikonduktor dunia saat ini mendekati USD 800 miliar dan diproyeksikan akan menembus USD 1 triliun sebelum 2030 seiring dengan pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan, kendaraan listrik, serta infrastruktur digital.

Dalam rantai nilai industri semikonduktor global, desain chip menjadi tahap yang sangat penting karena menentukan performa, efisiensi energi, dan kemampuan komputasi sebuah perangkat elektronik. Perusahaan seperti Arm memegang peranan penting karena arsitektur prosesor yang mereka kembangkan digunakan oleh banyak produsen chip dunia.

Menurut Azka, kerja sama dengan Arm memberikan peluang strategis bagi Indonesia dalam beberapa aspek penting.

1. Transfer Knowledge Teknologi Desain Chip

Kolaborasi dengan Arm dapat membuka akses bagi Indonesia terhadap teknologi desain prosesor modern serta perangkat lunak dan metodologi desain chip yang menjadi standar global industri semikonduktor.

2. Pengembangan Talenta Semikonduktor Nasional

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknik dan teknologi informasi. Melalui kerja sama ini, program pelatihan, riset bersama, dan pengembangan kurikulum desain chip di universitas dapat diperkuat.

3. Posisi Indonesia dalam Ekosistem Semikonduktor Asia Tenggara

Restrukturisasi rantai pasok global akibat dinamika geopolitik membuat banyak negara mulai mencari lokasi baru untuk pengembangan teknologi semikonduktor. Di kawasan Asia Tenggara, beberapa negara seperti Malaysia, Vietnam, dan Singapura telah lebih dahulu masuk dalam rantai nilai industri ini.

Indonesia memiliki potensi untuk mengambil peran strategis, terutama pada sektor desain chip, pengembangan software semikonduktor, serta integrasi teknologi chip dengan industri digital nasional.

“Indonesia tidak harus langsung membangun pabrik wafer bernilai puluhan miliar dolar. Banyak negara memulai dari pusat desain chip dan pengembangan talenta semikonduktor. Kerja sama dengan Arm dapat menjadi langkah awal yang sangat strategis,” jelas Azka.

Lebih jauh, Azka menilai bahwa keberhasilan kerja sama ini sangat bergantung pada komitmen untuk memastikan adanya transfer teknologi yang nyata, bukan sekadar penggunaan lisensi teknologi.
Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:
    •    pembangunan pusat desain chip nasional,
    •    program training engineer desain prosesor berbasis arsitektur Arm,
    •    kolaborasi riset antara industri global dan universitas Indonesia,
    • serta penguatan ekosistem startup teknologi berbasis semikonduktor.

“Jika kerja sama ini mampu menghasilkan transfer knowledge yang konkret, Indonesia berpeluang menjadi pusat pengembangan talenta semikonduktor di Asia Tenggara dalam satu hingga dua dekade ke depan,” tutup Azka Aufary Ramli.

Kerja sama dengan Arm diharapkan menjadi titik awal bagi pembangunan ekosistem semikonduktor Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi teknologi global yang semakin kompetitif.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya