Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pada 2020 melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar perdana sebesar Rp473,42 triliun untuk pembiayaan APBN, Bank Indonesia melanjutkan pembelian pada tahun ini.
Pembelian tersebut mengacu mekanisme sesuai Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 16 April 2020, yang diperpanjang pada 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021.
“Besarnya pembelian SBN di pasar perdana hingga 16 Maret 2021 sebesar Rp65,03 triliun. Terdiri dari Rp22,90 triliun melalui mekanisme lelang utama dan sebesar Rp42,13 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO),” papar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (18/3).
Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah, Bank Indonesia Menahan Suku Bunga Acuan
Bank Indonesia juga mencatat aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik yang relatif tertahan. Kondisi itu seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, yang didorong kenaikan yield US Treasury 10Y. Berikut, dampak menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Hal ini tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net outflow sebesar US$1,57 miliar hingga 16 Maret 2021. Setelah sebelumnya mencatat net inflow sebesar US$7,14 miliar pada periode Januari-Februari 2021.
Baca juga: Ada Sistem Logistik Baru, Luhut: yang Halangi, Kami Buldoser
Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2021 tercatat US$ 138,8 miliar. Dalam hal ini, setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Hal ini disebabkan neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2021 surplus US$ 2 miliar. Kinerja positif itu melanjutkan surplus pada Januari 2021, yakni US$1,96 miliar. Peningkatan ekspor dipengaruhi kenaikan permintaan dari Tiongkok, AS dan Jepang, yang mencakup komoditas primer seperti batu bara dan CPO.(OL-11)
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved