Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar Hirawan menilai penurunan Suku Bunga Kredit (SBK) oleh perbankan sudah berjalan dengan semestinya.
Menurut dia, perbankan sudah memperhitungkan berbagai risiko yang akan dihadapi dengan penurunan SKB. Oleh karena itu, penurunan SBK saat ini merupakan hal yang wajar.
"Perbankan bukan lamban (dalam menurunkan SBK), tetapi mereka sedang menghitung secara hati-hati risiko yang mungkin terjadi. Khususnya, ketika terjadi kredit macet atau NPL," tutur Fajar saat dihubungi, Kamis (11/3).
Baca juga: Hingga Februari 2021, IHSG Sudah Menguat 4,39%
Lebih lanjut, Fajar berpendapat perbankan juga tidak mau berspekulasi. Sebab, SBK menjadi salah satu sumber keuangan perbankan untuk menjalakankan kegiatan operasional.
Dia menegaskan bahwa masyarakat juga perlu didorong untuk melakukan kegiatan ekonomi lewat kredit, termasuk konsumsi dan investasi. "Harusnya bukan hanya mendorong percepatan penurunan suku bunga kredit, tapi juga perlu mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi melalui kredit," jelas Fajar.
Baca juga: OJK: Penurunan Masif Suku Bunga Kredit Bukan Keputusan Bijak
"Karena idealnya, jika suku bunga kredit turun, akan mendorong masyarakat untuk melakukan kredit konsumsi maupun investasi," imbuhnya.
Diketahui, SBK perbankan mengalami tren penurunan di semua jenis penggunaan kredit. Bahkan, SBK Investasi dan SBK Modal Kerja dikatakan telah mencapai single digit.
Hal ini terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2020. SBK Modal Kerja turun 88 bps menjadi 8,88%, SBK Investasi turun 102 bps menjadi 9,21%dan SBK Konsumsi turun 65 bps menjadi 10,97%.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Insentif diberikan kepada bank atas komitmennya dalam menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor tertentu (lending channel).
PENURUNAN suku bunga kredit perbankan tercatat masih berjalan lambat setelah suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.
SWID catat lonjakan penjualan 270% di Q2 2025, dorong stabilitas baru. Fokus pada recurring income & diversifikasi perkuat fondasi jangka panjang.
Rencana kebijakan anyar mengenai DHE SDA telah dikaji dan dibahas dengan matang oleh pemerintah bersama Bank Indonesia.
BUNGA kredit perbankan semestinya tak mengacu pada tingkat bunga acuan Bank Indonesia maupun bunga simpanan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 6,00%, Waketum Kadin Bidang Energi Minyak dan Gas Bobby Gafur Umar mengatakan hal tersebut sudah diperkirakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved