Kamis 04 Maret 2021, 16:14 WIB

BPK Apresiasi Program Akselerasi Transformasi Digital

mediaindonesia.com | Ekonomi
BPK Apresiasi Program Akselerasi Transformasi Digital

Ist/Kemenkominfo
Menkominfo Johnny G. Plate dan Anggota III BPK Achasul Qosasi dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan PDTT.

 

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menegaskan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan syarat mendorong masyarakat untuk bermigrasi dari ruang fisik ke ruang digital.

Upaya itu, menurut Menkominfo, pada saat bersamaan perlu diukur dengan aspek akuntabilitas dan hasil capaian kinerja yang juga diapresiasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Menkominfo mengatakan bahwa hal itu menjadi tugas yang tidak mudah, mengingat pandemi Covid-19 mendorong Kemkominfo selalu siaga dan menyiapkan masyarakat Indonesia bergerak dan bermigrasi ke dunia digital

“Kominfo mempunyai tugas untuk menyiapkan semua sarana dan prasarana infrastruktur yang memungkinkan migrasi itu berjalan dengan baik dan cepat, ini tentu tidak mudah,” ujar Menteri Johnny dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) dari Anggota III BPK, di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (4/3).

Menkominfo menjelaskan di tengah upaya dan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur TIK, berbagai tantangan geografi, demografi, kultural bahkan tantangan birokrasi yang juga tidak tidak mudah.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo hadir mengambil peran dan bagian penting pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T).

“Tidak mudah menerjang badai, melewati selat, ngarai, mendaki gunung, bukit dan lembah bukan hal yang gampang. Di NTT ternyata masih lebih mudah dibandingkan pedalaman Kalimantan, Papua yang luar biasa tantangannya. Tidak saja tantangan alam, bahkan tantangan kamtibmas yang luar biasa dan tidak mudah,” kata Menteri Johnny saat menjelaskan tantangan menyatukan Indonesia lewat teknologi digital.

Meskipun dihadapkan pada banyaknya tantangan, seluruh pengabdian sivitas Kementerian Kominfo merupakan komitmen yang tidak akan dipisahkan dari capaian yang juga harus didukung dengan setidaknya dua indikator akhir.

“Yang pertama adalah pekerjaan kita akuntabilitasnya harus bisa dipertanggungjawabkan, akuntabilitas dan prudennya proses itu dari apa? Dari laporannya BPK, laporan itu yang menentukan bahwa itu dilaksanakan dengan baik,”ujarnya.

Capaian kedua adalah output atau hasil dari seluruh program Kementerian Kominfo dirasakan oleh masyarakat. Menteri Johnny mengibaratkan ketika membangun bendungan yang berkualitas baik tapi ketika air tidak sampai di sawah maka bendungan itu tidak ada gunanya.

“Demikian pula Kemenkominfo, kita boleh bersama operator seluler membangun backbone besar-besaran kalau signal tidak tersedia maka tidak ada gunanya," jelasnya.

"Air sampai di sawah belum tentu rakyat bisa panen dengan berhasil, signal sampai di pemukiman rakyat belum tentu bisa dimanfaatkan  dengan baik, masih ada tugas-tugas lanjutannya yang luar biasa yang harus kita lakukan,” tuturnya. 

Akselerasi 

Menteri Johnny juga menyambut era transformasi digital merupakan bagian penting dari kebijakan Presiden Joko Widodo untuk secara sungguh-sungguh menyelesaikan pembangunan infrastruktur digital dan telekomunikasi. 

“Ini merupakan suatu hal yang harus disambut dengan baik, saya kira itu tepat sekali, sekaligus mempersiapkan Indonesia memasuki era baru, era digital, indonesia to world a digital nation,” ujarnya.

Wujud nyata dari pentingnya transformasi digital Indonesia dapat dilihat dari bagaimana kesiapan negara maju dan berkembang di dunia sudah berbicara mengenai teknologi 6G, sedangkan Indonesia untuk memulai 5G dan menyelesaikan 4G saja belum.

“Jadi kita gak ada pilihan selain harus bergerak maju, dan itu untuk mengasistensi masyarakat, Kominfo harus berada di depan baik sebagai pelaku langsung untuk wilayah yang tidak terjamah oleh operator seluler maupun sebagai regulator untuk menyiapkan ekosistem secara keseluruhan untuk bergerak bersama-sama,” jelasnya.

Selanjutnya, Menteri Johnny menyambut baik temuan rekomendasi dan perbaikan dari BPK yang harus dilakukan oleh seluruh ekosistem di Kementerian Kominfo, sehingga relasi dan kerjasama antara BPK dan Kemenkominfo patut diapresiasi.

“Relasi ini terbentuk karena kesamaan cita-cita, kesamaan cara berpikir, ini saya kira yang rekan-rekan di Kominfo sama-sama tahu dan perlu tindaklanjuti,” tandasnya. 

Apresiasi BPK

Anggota III BPK Achsanul Qosasi mengapresiasi kinerja Kementerian Kominfo yang dalam tugas dan fungsi diberikan mandat membangun infrastruktur sebagaimana yang menjadi nawacita Presiden Joko Widodo.

Menurut Anggota III BPK berdasarkan hasil pemeriksaan PDTT Menteri Kominfo beserta jajaran berhasil karena dilihat dari backbone serat optik di seluruh Indonesia saat ini sudah tersedia.

“(Membangun infrastruktur TIK) bukan kerja yang mudah, itu pasti kerja dengan begitu banyak fitnah, begitu banyak isu, begitu banyak tantangan di lapangan terutama di kawasan-kawasan yang daerahnya tidak seperti pulau Jawa,” ujarnya.

Selain itu, Anggota III BPK Achasul Qosasi juga melihat capaian lain seperti membangun Base Transceiver Station (BTS) sampai di daerah terpencil, menghadirkan Program Digital Talent Scholarship (DTS) dan berbagai program dan kebijakan lainnya.

“Bapak (Menkominfo Johnny G. Plate) tidak hanya menyiapkan platform tapi juga menyediakan aplikasi, bahkan kontennya juga disiapkan. Itu kan bagian dari partisipasi Menkominfo kepada negara, yang dibiayai oleh negara dan dilaksanakan secara cepat,”imbuhnya.

Kemkominfo telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali berturut-turut sejak tahun 2016 oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Pada Agustus 2019 lalu, Anggota III BPK Achsanul Qosasi menyerahkan opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian Kominfo Tahun 2019 kepada Menkominfo Johnny G. Plate. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Mendorong Upaya Perlindungan Usaha Peternak Rakyat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 19:55 WIB
Menurut Nasrullah, kebijakan dan tindakan ini sekaligus jawaban atas gugatan peternak unggas yang ditujukan kepada Menteri Pertanian...
ANTARA/Aprillio Akbar

Regulasi PLTS Atap Diharapkan Memihak Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 19:20 WIB
PLTS atap juga dapat menjadi solusi strategis pemerintah untuk penyediaan akses energi yang berkualitas,...
MI/ Seno

Lemahnya Penegakan Hukum jadi Penghalang Investor Masuk Indonesia

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 19:06 WIB
I"ndonesia surga bagi investasi untuk kawasan Asia. Tapi begitu menyangkut penegakan hukum, surga itu terancam berantakan,"...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengawasan Lemah karena Infrastruktur Terbatas

 Pasal 4 huruf j Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 menyebutkan tahanan dilarang memiliki, membawa, dan atau menggunakan alat elektronik

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya