Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Permata Bank Josua Perdede mengatakan, penurunan suku bunga kredit perbankan diperkirakan akan cenderung terus berlanjut dalam jangka pendek. Hal ini merespon penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang turun sebesar 125 bps sepanjang tahun lalu serta penurunan sebesar 25 bps pada bulan Februari 2021.
Menurut Josua, kombinasi dari tren penurunan suku bunga acuan BI serta bauran kebijakan BI untuk mendorong ketersediaan likuiditas juga mendorong penurunan suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) yang pada ujungnya akan mendorong penurunan suku bunga kredit.
"Dengan tren suku bunga PUAB yang cenderung menurun, mengindikasikan kondisi likuiditas perbankan membaik. Sehingga diharapkan dapat mendorong penurunan cost of fund yang selanjutnya akan mendorong penurunan suku bunga kredit. Hal ini akan mendorong transmisi pelonggaran kebijakan moneter yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (3/3).
Meskipun demikian, Josua menilai bajwa penurunan suku bunga kredit akan sangat dipengaruhi juga oleh kondisi perkembangan risiko kredit perbankan dalam jangka pendek ini.
Mengingat peningkatan risiko kredit yang terindikasi dari kenaikan NPL (Non-performing Loan), perbankan dikatakan berpotensi mendorong peningkatan risk premium dan disaat yang bersamaan, permintaan kredit pun cenderung masih lemah di tengah aktivitas perekonomian yang belum pulih secara signifikan.
"Bila dilihat secara historikal, penurunan suku bunga perbankan cenderung tidak memengaruhi Net Interest Margin (NIM) secara signifikan, hal ini terbukti bahwa di tengah penurunan suku bunga sejak 2014, baik net interest income maupun NIM perbankan cenderung stabil hingga 2019," kata Josua.
Baca juga : Pefindo Pertahankan Peringkat Obligasi Bank DKI Rating "idAA-"
"Namun, pada tahun 2020, net interest income cenderung mengalami penurunan, yang disebabkan oleh penurunan pertumbuhan kredit perbankan, diikuti oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga yang signifikan sehingga kemudian mendorong penurunan NIM perbankan," sambungnya.
Ke depan, Josua menuturkan bahwa sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi yang berimplikasi pada peningkatan permintaan kredit dan risiko kredit tertmitigasi dengan baik, maka penurunan suku bunga kredit cenderung diperkirakan akan terus berlanjut untuk mendorong proses pemulihan ekonomi nasional.
Dihubungi secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, penurunan suku bunga kredit secara perlahan memang terjadi di beberapa bank. Namun, dia menilai bahwa besar penurunan belum seperti yang diharapkan
"Kecepatan dan besarnya penurunan (suku bunga kredit) belum sebagaimana diharapkan terutama bila dibandingkan dengan kecepatan dan besarnya suku bunga acuan BI yang sdh turun," ujar Piter.
Piter menilai, penurunan suku bunga kredit juga belum diikuti dengan penyaluran kredit yang sampai saat ini masih mengalami pertumbuhan yang negatif.
"Saya berpendapat memang saat ini kita tidak bisa memaksakan kepada bank untuk menyalurkan kredit," pungkasnya. (OL-7)
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Insentif diberikan kepada bank atas komitmennya dalam menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor tertentu (lending channel).
PENURUNAN suku bunga kredit perbankan tercatat masih berjalan lambat setelah suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.
SWID catat lonjakan penjualan 270% di Q2 2025, dorong stabilitas baru. Fokus pada recurring income & diversifikasi perkuat fondasi jangka panjang.
Rencana kebijakan anyar mengenai DHE SDA telah dikaji dan dibahas dengan matang oleh pemerintah bersama Bank Indonesia.
BUNGA kredit perbankan semestinya tak mengacu pada tingkat bunga acuan Bank Indonesia maupun bunga simpanan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 6,00%, Waketum Kadin Bidang Energi Minyak dan Gas Bobby Gafur Umar mengatakan hal tersebut sudah diperkirakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved