Selasa 23 Februari 2021, 16:55 WIB

Menkeu: Anggaran PEN 2021 Dinaikkan Jadi Rp699,43 Triliun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu: Anggaran PEN 2021 Dinaikkan Jadi Rp699,43 Triliun

Antara/Puspa Perwitasari
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI.

 

PEMERINTAH meningkatkan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 menadi Rp699,43 triliun. Sebelumnya, anggaran PEN 2021 dialokasikan sebesar Rp688,33 triliun.

Peningkatan anggaran tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan ekonomi nasional mulai kuartal I 2021. 

"Anggaran PEN yang naik kita harapkan menjadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan (ekonomi). Terutama front loading, yaitu kuartal I 2021 pada Januari dan Februari. Diharapkan terus continue sampai Maret," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/2).

Daya dorong dari kenaikan anggaran PEN 2021, lanjut dia, diharapkan terjadi melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak pandemi covid-19. Akselerasi program bansos diperkirakan terlihat pada Februari dan Maret 2021.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah untuk Bangkitkan Ekonomi Nasional

Diketahui, alokasi anggaran dalam program perlindungan sosial mencapai Rp157,41 triliun. Dana itu disalurkan ke beberapa program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp28,71 triliun. 

Kemudian, Kartu Sembako sebesar Rp45,12 triliun, program Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun, BLT Dana Desa sebesar Rp14,4 triliun, bansos tunai bagi 10 juta KPM Rp12 triliun dan program perlindungan sosial lain sebesar Rp37,18 triliun.

Sedangkan untuk anggaran kesehatan, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp176,3 triliun. Rinciannya, mendukung program vaksinasi sebesar Rp58,18 triliun, diagnostik (testing dan tracing) sebesar Rp9,91 triliun, therapeautic Rp61,94 triliun, insentif pajak kesehatan Rp18,61 triliun dan penanganan lainnya sebesar Rp27,67 triliun.

Baca juga: Pemerintah Pastikan PP 7/2021 Untungkan Pelaku UMKM

"Ini yang terus kita fokuskan. Untuk melihat bagaimana APBN bekerja luar biasa extra ordinary, esktra keras dan luar biasa untuk mengembalikan rakyat dan ekonominya pulih dari covid-19," pungkas Ani, sapaan akrabnya.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa anggaran PEN 2021 sebesar Rp699,43 triliun diperkirakan menjadi angka final. Apabila ada perubahan, itu akan berasal dari setiap bidang dan tidak signifikan pada keseluruhan anggaran.

Kunta menyebut pembiayaan untuk program PEN 2021 tetap bersumber dari selisih lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA), berikut realokasi dan refocussing anggaran kementerian atau lembaga (K/L). Kenaikan anggaran PEN 2021 dipastikan tidak membuat pemerintah melampaui batas defisit anggaran APBN 2021, yakni sebesar 5,7%

"Angka ini harapannya final. Tidak akan ada lagi pergerakan. Kalau pun ada, tidak akan signifikan," pungkas Kunta.(OL-11)

Baca Juga

Dok. Kemenko Marves

RI-UEA Kerja Sama Investasi, dari Pariwisata hingga Pertahanan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Maret 2021, 22:52 WIB
"Kami menandatangani Letter of Intent antara pihak Uni Emirat Arab dan juga Gubernur Aceh (Nova Iriansyah). Di mana nanti ada beberapa...
Dok. Hong Kong Kingland

Pengembang Tetap Percaya Diri Tuntaskan Proyek di Masa Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 05 Maret 2021, 22:49 WIB
“Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir proses pembangunan akan molor atau mangkrak. Bahkan, kami berani menjamin bahwa serah...
Dok. SiCepat

Raih Pendanaan, SiCepat bakal Perluas Jaringan dan Ekspansi 

👤Gana Buana 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:43 WIB
CEO SiCepat Ekspres The Kim Hai mengatakan, pendanaan yang diterima SiCepat Ekspres itu untuk memperkuat posisi SiCepat Ekspres sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya