Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Senin (8/2) dibuka pada level 6.193,51 (+0,68%) dari penutupan pekan lalu pada level 6.151,73.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan ditradingkan pada level 6.069 – 6.269," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin (8/2).
Perlambatan pada perekonomian di kuartal IV-2020 sebesar -0,42% berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2020 yang terkontraksi sebesar -2,07% dan -2,19% YoY. Penurunan aktivitas dan produktivitas selama tahun 2020 menjadi tekanan pada kinerja emiten. Indonesia kembali mengalami kontraksi setelah lebih dari 24 tahun sejak perlambatan ekonomi terbesar pada tahun 1997 –1998.
Berdasarkan data dari BPS, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang mengalami penurunan sebesar -15,04%.
Sementara itu dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa terkontraksi terdalam sebesar -7,7%. Impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang, terkontraksi sebesar -14,71%. Alhasil penurunan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 sebesar -2,07%. Penurunan ini juga dialami oleh Singapura -5,8%, Filipina -9,5%, Amerika -3,5% dan Eropa -6,4%.
Pelaku pasar cukup mengapresiasi kinerja fundamental Indonesia yang dinilai cukup kuat dibandingkan negara lain. Penguatan IHSG setelah rilis data tersebut menjadi gambaran dimana pelaku pasar dapat mentoleransi dan lebih melihat prospek pemulihan dari ekonomi di tahun 2021. Namun pelaku pasar juga akan mempertimbangkan dampak dari pengetatan aktivitas pada kuartal I-2021 ini, yang dapat menjadi tekanan pada pemulihan ekonomi di kuartal I-2021.
"Jika mengacu pada data historis, kuartal I-2020 masih memiliki pertumbuhan sebesar 2,97%, sehingga kami melihat untuk pertumbuhan mendekati 0% di kuartal I 2021 sudah cukup baik," kata Nico.
baca juga: Ekspor Jatim Terkendala Kelangkaan Kontainer
Terlebih saat ini sektor manufaktur diharapkan mampu bertahan pada fase ekspansi, sehingga hal tersebut diharapkan menjadi trigger terhadap membaiknya fundamental dari dalam negeri.
"Pelaku pasar dan investor tampaknya mulai menerima situasi dan kondisi tahun 2020 silam, dan akan mulai kembali fokus kepada langkah-langkah pemerintah tahun 2021, untuk mendorong fase pemulihan agar dapat terjadi lebih cepat lagi," kata Nico. (OL-3)
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved