Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGIAT Tanaman Hias sekaligus Pengusaha Serum Tanaman Asoka Remadja mengatakan, untuk memulai bisnis harus memperhatikan beberapa hal agar sebuah produk bisa diterima konsumen. Bahkan pandemi covid bukan masalah untuk memulai bisnis.
Yang perlu diperhatikan ialah memahami potensi diri, produk yang ditawarkan baik dan dicari, dan memaksimalkan sumber daya yang dipunya.
"Jadi ketika menjual sesuatu harus kita suka dan yang dipahami sehingga kita menjalani bisnisnya dijalani dengan senang. Jadi lakukan sesuatu yang kita suka lalu melek sama yang namanya pasar karena market tuh pasti ada tinggal mencari cara agar konsumen terpikat dengan produk yang tawarkan," kata Asoka dalam diskusi virtual Nunggu Sunset Media Indonesia, Kamis (10/12).
Dirinya juga mengatakan ketika memulai usaha yang bukan berasal dari kegemaran, maka tidak akan bertahan lama sehingga konsistensi akan menjadi kendala.
Baca juga : Perlu Jeli Lihat Momentum Memulai Bisnis di Tengah Pandemi
Owner No Brand Plant tersebut menambahkan, kondisi pandemi bukan sebuah alasan untuk tidak berusaha menemukan potensi dalam diri dan memulai usaha.
"Jangan menyalahkan keadaan. Setiap orang harus mengeksplore potensi yang baru," ujar Asoka.
Asoka menyebutkan, kunci konsistensi dari pengusaha ialah mengetahui potensi diri, mengetahui demografi konsumen, mengetahui trik penjualan di setiap bidang, dan lainnya.
"Hal-hal tersebut yang membuat produk bisa bertahan lama dan konsisten usaha juga akan panjang. Bukan ikut-ikutan jadi gak bertahan lama," pungkasnya. (OL-7)
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved