Selasa 01 Desember 2020, 12:40 WIB

Indef : Pertanian Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

mediaindonesia.com | Ekonomi
Indef : Pertanian Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) berkomitmen mendorong pecepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produksi serta menumbuhkan lalu lintas ekspor melalui program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks). Sektor pertanian, terbukti mampu bertahan dari krisis ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid 19.

Dalam webinar yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa sektor pertanian mampu mengangkat ekonomi nasional karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang menjanjikan serta sumber daya manusia yang banyak. Terlebih lagi masih banyak bahan pangan yang belum diolah secara maksimal.

"Sektor pertanian bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar dan kebutuhan primer yang tidak pernah putus. Ini menjadi faktor penting tumbuhnya pertanian di tengah krisis apapun," ujar Mentan Syahrul, pada Senin (30/11).

Menurut Mentan, pertumbuhan sektor pertanian dibuktikan dari kontribusinya dalam Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), pertumbuhan di sektor pertanian pada kuartal II mencapai 16,24%. Meski sedikit terjadi pergeseran, tetapi pada kuartal III sektor pertanian masih mencatatkan kenaikan 2,15%.

Sementara itu, nilai ekspor pertanian periode Januari-September 2020 tercatat mengalami kenaikan 10,12 persen, dari Rp276,59 triliun menjadi Rp304,57 triliun. Nilai tersebut diketahui merupakan yang tertinggi selama tujuh tahun terakhir.

Nilai tukar usaha petani (NTUP) dan nilai tukar petani (NTP) juga mengalami kenaikan masing-masing 0,66% dan 0,58% pada Oktober 2020.

Karena itu, Mentan menilai dalam melakukan terobosan inovasi pertumbuhan pertanian dibutuhkan intervensi digitalisasi dan modernisasi dengan menerapkan sains dan riset teknologi. Terlebih, saat ini Kementan sudah memiliki Agriculture War Room (AWR) yang menjadi pusat data produksi pertanian.

"Kualitas intervensi teknologi menjadi penting. Makanya ke depan kita akan terus berusaha dalam melakukan percepatan-percepatan dan Insya Allah di tahun 2021 semua pertanian sudah bisa dilakukan dengan teknologi modern," katanya.

Direktur Eksekutif Indef, Ahmad Tauhid, menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang tumbuh positif selama tiga kuartal berturut-turut. Meski begitu, ia menilai tahun depan tantangan pertanian akan semakin kompleks.

"Saya kira di tahun depan ada situasi berbeda dari tahun ini dan kami berharap Pak Menteri memiliki pandangan dan beberapa catatan untuk bisa semakin menguatkan sektor pertanian ke depan," tutupnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Basarnas

Menteri PUPR Percepat Penanganan Darurat Gempa di Sulbar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Januari 2021, 08:57 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menyusun sejumlah langkah penanganan darurat bencana gempa di Mamuju, Sulawesi...
DOK BRI

BRI Group Terus Alirkan Bantuan ke Sulbar, Kalsel, Jabar, Sulsel

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 08:25 WIB
Di sejumlah wilayah terdampak, layanan perbankan BRI menjadi satu-satunya yang masih beroperasi dan melayani...
Dok. BRI

Bantuan BRI Group Terus Berlanjut Untuk Korban Bencana

👤Media Indonesia 🕔Senin 18 Januari 2021, 07:30 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus berlanjut memberikan bantuan terhadap para korban bencana alam yang terjadi diawal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya