Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WISATA selancar siap berseluncur dan bangkit kembali. Karakteristik peselancar yang menyukai lokasi pantai dengan ombak yang bagus dan tidak terlalu ramai menjadi peluang industri ini bisa pulih lebih cepat dibandingkan sektor wisata lainnya.
“Di masa pandemi Covid-19 ini justru banyak surfer profesional top dunia yang datang ke Indonesia menggunakan visa bisnis, kalau nggak ke Bali, ke Mentawai, terutama peselancar dari Amerika,” kata Ketua Umum Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Arya Sena Subyakto dalam webinar Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung Youtube pada Minggu (8/11/2020).
Bali merupakan destinasi selancar yang sudah sangat populer di kalangan peselancar domestik dan mancanegara. Sedangkan Cimaja adalah destinasi selancar di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, yang telah mencetak atlet surfing berprestasi di tingkat internasional.
Arya menegaskan kondisi itu mencerminkan, surfer mancanegara siap membayar mahal untuk berselancar ke Indonesia meskipun pandemi covid-19 masih berlangsung serta karakter para peselancar yang secara umum selaras dengan protokol kesehatan.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal PSOI Tipi Jabrik. “Wisatawan surfing ini saya lihat mereka tetap memberikan respect khusus kepada protokol kesehatan yang berlaku di daerah, seperti tidak berkerumun, pergi ke pantai pakai masker, jadi surfer ini sudah cukup aware," jelas Tipi.
PSOI, lanjut Tipi, juga sudah membuat panduan pencegahan covid-19 dalam aktivitas wisata selancar. “Sebenarnya panduan PSOI ini kita ambil dari panduan surfing di negara lain seperti Australia dan Eropa, jadi mereka sudah sangat aware bahwa surfing itu aman-aman saja kalau dilakukan sesuai panduan. Nanti dari Kemenparekraf akan membuat protokol kesehatan legalnya. Tapi, kalau untuk panduan saja, panduan PSOI ini bisa dipakai,” jelas Tipi.
Tipi menambahkan, selancar sebagai sebuah kegiatan wisata dan olahraga terus bertumbuh, ditandai jumlah peserta kompetisi yang bertambah 40% setiap tahun.
“Tidak ada olahraga rekreasi lain yang bertambah secepat ini. Jadi, di dunia ini ada sekitar 366 juta orang yang interested dengan olahraga surfing,” jelas Tipi.
Tipi mencontohkan, pada 2019 wisatawan yang datang ke destinasi surfing Krui, Lampung, ada 41.000 orang. “Jadi bisa dibayangkan bahwa potensi surfing itu aktual mendongrak kedatangan jumlah wisatawan mancanegara. Dari Sabang sampai Merauke kita punya semua potensi destinasi selancar untuk meraih porsi dari kunjungan wisatawan mancanegara,” lanjutnya.
Keunggulan destinasi selancar Indonesia dipaparkan Dede Suryana, atlet selancar profesional asal Cimaja, Jawa Barat, yang telah memenangkan kompetisi surfing internasional.
“Di luar negeri itu ombak tidak selalu bagus. Di Prancis, ombaknya hanya bagus selama Oktober sampai Februari. Tapi di Indonesia, ombak itu banyak banget, sepanjang tahun ombaknya ada, tinggal pilih mau ke mana.Misalnya kondisi ombak di Cimaja, itu bisa untuk surfer pemula, advance, dan profesional. Ombaknya konsisten sepanjang tahun, dan dekat dengan Jakarta dan Bandung,” lanjut Dede.
Keunggulan destinasi selancar Indonesia di skala dunia juga diakui oleh Al Fathir Muchtar, pengelola homestay Cimaja Square.
“Di luar negeri, airnya sangat dingin, hiunya besar-besar, sehingga favorit saya pribadi adalah ombak-ombak di Indonesia dan alam seperti Indonesia ini menjadi favorit surfer seluruh dunia. Selain Bali dan Cimaja, Sumatera, Lombok, dan Sumbawa Barat ombaknya sangat bagus, bervariasi serta bermacam level, itu adanya cuma di Indonesia,” lanjut,” ujar Fathir. (Zat/OL-09)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
ISFEX 2025 siap digelar di ICE BSD City pada 6–9 November. Pameran fasilitas olahraga terbesar ini hadirkan inovasi, kolaborasi, dan tren global terkini.
Program Semesta AI sendiri merupakan program antara Lintasarta, NVIDIA, dan KUMPUL yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis AI sesuai kebutuhan industri nasional.
Para pecinta film animasi anak-anak di Indonesia tengah menantikan kehadiran film animasi terbaru yang menjanjikan kisah penuh kehangatan, kegembiraan, serta nilai persahabatan.
Kerja sama kemitraan co-branding Wonderful Indonesia menginisiasi berbagai program seperti Wonderful Indonesia Berkah, School Break di 4 kota, dan Pesona Promo Merdeka.
Namun, diakui Neil, bahwa sektor ekonomi kreatif masih tergolong baru di Indonesia.
Kementerian Perhubungan menyebut ada 287 bandar udara (bandara) di Indonesia pada 2021, namun tidak semuanya aktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved