Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan segera kembali ke level 6.000 setelah turun signifikan di area 5.000 karena pandemi covid-19.
Perlu diketahui, pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (10/11) mencapai level 5.424,73. Angka ini memang menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya pernah mencapai level 4.500.
“Sekarang saham sudah berangsur pulih, bahkan sudah bertengger di atas 5.000 cukup lama dan kami yakin ini bisa kembali normal kembali level seperti semula yaitu sekitar 6.000 dalam waktu tidak terlalu lama," kata Wimboh dalam konferensi pers secara daring.
Wimboh mengatakan perbaikan indeks ini disebabkan oleh adanya sentimen positif seperti vaksin Pfizer yang diklaim mempunyai efektivitas 90% melawan covud-19 dan hasil pemilu AS. Di sisi lain, ia juga menyebutkan kebijakan penanganan ekonomi mulai berdampak dan menciptakan sentimen positif, baik itu sektor keuangan maupun riil.
Menurutnya, ketika IHSG mengalami penurunan jauh, OJK juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menahan agar penurunannya tidak terlalu parah. Salah satunya dengan melakukan penghentian perdagangan bila penurunan lebih dari 5%.
Selain itu, penanganan covid-19 Indonesia menurutnya juga mendapat respons lumayan baik oleh pasar. Meski kasus covid-19 masih tinggi, setidaknya pemerintah dapat menjaganya agar tidak terjadi kenaikan lebih jauh.
“Karena kita sudah mempunyai berbagai kebijakan penanganan covid-19 itu sendiri dan penanganan ekonomi dan sektor keuangan. Kami yakin dengna kebijakan kami lakukan ini akan pulih kembali," pungkasnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam dalam dua hari terakhir akan dijadikan sebagai momentum oleh pemerintah untuk mereformasi regulasi pasar modal.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut buka suara terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan yang mencapai 8%.
Analis Goldman Sachs Group menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight seiring meningkatnya kekhawatiran terkait kelayakan investasi yang disorot MSCI.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026, menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.
IHSG hari ini, Kamis 29 Januari 2026, kembali ambruk lebih dari 5% akibat panic selling pasca pengumuman MSCI. Cek data lengkap dan analisis dampaknya terhadap Rupiah.
Data lengkap sejarah trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari krisis 2008, pandemi 2020, hingga insiden terbaru 2026. Simak tabel kronologis dan pemicunya.
OJK menegaskan akan memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia. Hal itu sejalan dengan berbagai persyaratan yang disampaikan oleh MSCI
OJK dan BEI resmi menaikkan batas free float saham menjadi 15% mulai Februari 2026. Emiten yang gagal memenuhi aturan ini terancam exit policy dari bursa.
OJK menyatakan menerima penjelasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham di pasar modal Indonesia.
Pemerintah memastikan langkah evaluasi bersama OJK dan BEI segera dilakukan untuk merespons tekanan IHSG.
Terdapat sekitar 237 ribu nasabah perbankan di wilayah Sumatra yang terdampak langsung oleh bencana alam dan kini sangat membutuhkan restrukturisasi kredit.
BEI bersama OJK dan SRO merespons pembekuan review indeks MSCI dengan memperketat transparansi data free float rutin mulai Januari 2026 demi pulihkan kepercayaan investor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved