Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat mengesahkan Rancangan Undang Undang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun 2019 menjadi Undang Undang. Hal itu disampaikan dan turut disahkan oleh Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin dalam Rapat Paripurna ke-5 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021.
“Dalam hal pengambilan keputusan tingkat II dalam rapat paripurna, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Demokrat, Fraksi Partai Amanat Nasional dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menerima. Kemudian Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menerima dengan catatan. Berkaitan dengan RUU pertanggungjawaban pelakasanaan APBN 2019 yang telah disampaikan. Ada yang tidak sependapat? Setuju?” kata Aziz seraya mengetuk palu pengesahan, Selasa (15/9).
Setelah disepakatinya RUU P2 APBN TA 2019 menjadi UU, di kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menyampaikan pendapat akhir pemerintah. Dalam pidatonya, ia mengatakan, torehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat menjadi bukti pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara baik.
“Pemerintah akan melaksanakan seluruh temuan BPK dan melaksanakan rekomendasi DPR secara proaktif dan akuntabel dalam rangka memperbaiki sistem. Di dalam rangka menggunakan APBN sebagai instrumen pelaksanaan bernegara untuk mendukung visi Indonesia 2045, kami akan melaksanakan APBN dengan priuden, transparan, profesional dan baik, ini juga diikuti dengan perbaikan birokrasi,” tuturnya.
Baca juga : Sempat Nyaman di Zona Hijau, IHSG Ditutup Melemah
Ia menambahkan, APBN akan terus dilaksanakan dengan berorientasi pada output, outcome dan result sesuai dengan yang telah disepakati pemerintah bersama Badan Anggaran DPR. Dengan begitu, perbaikan pengelolaan keuangan negara dalam melaksanakan APBN juga akan mengekor dari upaya pemerintah.
Dari hasil pelaksanaan APBN 2019 yang telah dipertanggungjawabkan, lanjut Sri Mulyani, turut menjadi bukti nyata adanya upaya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara.
“Dengan demikian, APBN diharapkan dapat bermanfaat dan terus mendukung pelaksanaan pembangunan yaitu memperbaiki kesjahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan mendorong pertumbuhan eknonmi dan memperkuat ketahanan eknonomi,” imbuhnya.
“Dalam kondisi perekonomian global yang makin dinamis dan tidak pasti dan ditambah risiko pandemi covid, maka kami akan terus menjaga agar APBN menjadi instrumen yang efektif di dalam menghadapi tantangan bernegara akibat kondisi global dan covid.” Pungkas Sri Mulyani. (OL-7)
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
anggota dpr Nyoman Parta, berharap masyarakat Bali mulai menjauhkan diri dari praktik rasisme yang kerap diarahkan kepada warga pendatang.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menyambut positif kebijakan pemerintah untuk memberikan diskon tiket pesawat domestik.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved