Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat mengesahkan Rancangan Undang Undang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun 2019 menjadi Undang Undang. Hal itu disampaikan dan turut disahkan oleh Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin dalam Rapat Paripurna ke-5 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021.
“Dalam hal pengambilan keputusan tingkat II dalam rapat paripurna, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Demokrat, Fraksi Partai Amanat Nasional dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menerima. Kemudian Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menerima dengan catatan. Berkaitan dengan RUU pertanggungjawaban pelakasanaan APBN 2019 yang telah disampaikan. Ada yang tidak sependapat? Setuju?” kata Aziz seraya mengetuk palu pengesahan, Selasa (15/9).
Setelah disepakatinya RUU P2 APBN TA 2019 menjadi UU, di kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menyampaikan pendapat akhir pemerintah. Dalam pidatonya, ia mengatakan, torehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat menjadi bukti pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara baik.
“Pemerintah akan melaksanakan seluruh temuan BPK dan melaksanakan rekomendasi DPR secara proaktif dan akuntabel dalam rangka memperbaiki sistem. Di dalam rangka menggunakan APBN sebagai instrumen pelaksanaan bernegara untuk mendukung visi Indonesia 2045, kami akan melaksanakan APBN dengan priuden, transparan, profesional dan baik, ini juga diikuti dengan perbaikan birokrasi,” tuturnya.
Baca juga : Sempat Nyaman di Zona Hijau, IHSG Ditutup Melemah
Ia menambahkan, APBN akan terus dilaksanakan dengan berorientasi pada output, outcome dan result sesuai dengan yang telah disepakati pemerintah bersama Badan Anggaran DPR. Dengan begitu, perbaikan pengelolaan keuangan negara dalam melaksanakan APBN juga akan mengekor dari upaya pemerintah.
Dari hasil pelaksanaan APBN 2019 yang telah dipertanggungjawabkan, lanjut Sri Mulyani, turut menjadi bukti nyata adanya upaya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara.
“Dengan demikian, APBN diharapkan dapat bermanfaat dan terus mendukung pelaksanaan pembangunan yaitu memperbaiki kesjahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan mendorong pertumbuhan eknonmi dan memperkuat ketahanan eknonomi,” imbuhnya.
“Dalam kondisi perekonomian global yang makin dinamis dan tidak pasti dan ditambah risiko pandemi covid, maka kami akan terus menjaga agar APBN menjadi instrumen yang efektif di dalam menghadapi tantangan bernegara akibat kondisi global dan covid.” Pungkas Sri Mulyani. (OL-7)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina desak pemerintah gerak cepat cari 3 ABK WNI yang hilang di Selat Hormuz usai ledakan Musaffah 2 di tengah konflik Iran-Israel.
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Permenkomdigi 9/2026 merupakan langkah yang konkret Perlindungan anak di ruang digital.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025.
PT Bank SMBC Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sebesar Rp9,03 triliun di tengah tantangan kondisi makro ekonomi.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved