Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT DMS Propertindo Tbk (kode saham: KOTA) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (31/8).
DMS Propertindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti, perhotelan, dan jasa manajemen hotel.
Rapat membahas dan memutuskan 6 agenda sebagaimana dimuat dalam pemanggilan rapat sebelumnya.
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk Mohamad Prapanca menjelaskan RUPST menyetujui semua agenda yang dipaparkan seperti menyetujui laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan, termasuk menyetujui perubahan susunan direksi atau komisaris perseroan.
Sepanjang tahun 2019, DMS Propertindo telah berupaya untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. Perseroan senantiasa mempertahankan kinerja terbaiknya seraya terus fokus pada pembenahan internal. Segmen usaha perseroan dibagi menjadi 2 segmen, yaitu Real Estat/Properti dan Hotel.
Prapanca mentatakan oerseroan akan terus menerus melakukan pembenahan dan pengembangan operasional terhadap hotel - hotel yang dimiliki dan menetapkan standar manajemen hotel di bawah manajemen Accola Hotel Indonesia dan kerja sama operator hotel untuk Zest Hotel Yogyakarta dengan Swissbell Indonesia.
DMS Propertindo juga menargetkan pengembangan area residensial di berbagai segmen pasar, seperti perumahan premium untuk masyarakat berpenghasilan tinggi hingga perumahan terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah.
Perseroan melalui anak usaha juga bergerak di bidang usaha penyediaan akomodasi (hotel) dan pada tahun 2019 memiliki 2 hotel, yaitu ZEST Hotel yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan FABU Hotel di Bandung.
Pada tahun ini , Perseroan mengakusisi 1 hotel, yaitu Indies Heritage Hotel yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga total kepemilikan hotel Perseroan adalah 3 hotel.
Namun, tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi nasional tahun ini melambat hingga menimbulkan gejala resesi. Hal itu tentu berimbas pada berbagai sektor industri, termasuk sektor properti.
"Selain berupaya mempertahankan konsistensi kinerja melalui perubahan strategi pemasaran, penjualan, dan perbaikan kualitas kinerja organisasi, DMS Propertindo juga melakukan berbagai penerapan efisiensi untuk menekan biaya operasional," ujar Prapanca.
Selain itu, perseroan menerapkan strategi lain dalam bentuk pemberlakuan standar protokol baru berkenaan dengan kebersihan, kesehatan, dan social distancing sebagai upaya untuk beradaptasi di tengah pandemi Covid-19. (RO/E-1)
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Peningkatan batas minimal free float saham menjadi 15% serta rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal nasional.
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved