Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak saat ini lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa, 18/8 WIB) setelah hampir sepenuhnya produsen OPEC+ mematuhi kesepakatan pengurangan produksi gloibal mereka untuk Juli. Dan para pejabat AS mengatakan Tiongkok mematuhi tahap pertama dalam kesepakatan perdagangan kedua negara. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober terangkat 57 sen atau 1,3 persen, menjadi menetap pada 45,87 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan September naik 88 sen atau 2,1 persen, menjadi ditutup di 42,41 dolar AS per barel.
Kepatuhan pemotongan produksi minyak OPEC+ terlihat di sekitar 97 persen pada Juli. Negara-negara penghasil minyak telah memangkas produksi pada tingkat rekor untuk mengekang pasokan dan mengurangi persediaan di seluruh dunia. Di sisi lain, Tiongkok memenuhi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani kedua pihak pada Januari, kata Presiden AS Donald Trump pada Senin (17/8), meskipun negara tersebut sejauh ini gagal memenuhi janji pembelian produk-produk AS.
Perusahaan minyak milik Tiongkok secara tentatif telah memesan kapal tanker untuk mengangkut setidaknya 20 juta barel minyak mentah AS untuk Agustus dan September.
"Ada indikasi peningkatan permintaan di Tiongkok. Kami tidak berada dalam pasar bergairah dalam jangka panjang tetapi berita tentang permintaan di Tiongkok tampaknya benar-benar menjadi fokus pasar," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
Para analis mengatakan dolar yang melemah dan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas pengeboran AS adalah di antara alasan yang memberikan beberapa dukungan terhadap harga minyak. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,25 persen menjadi 92,8591 pada akhir perdagangan Senin (17/8). Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan pada Jumat (14/8) bahwa jumlah rig minyak AS turun lagi empat rig menjadi 172 rig pada minggu lalu.
baca juga: Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%
Investor juga sedang menunggu pertemuan komite menteri OPEC+ yang dikenal sebagai <em>Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC) pada Rabu (19/8), yang akan meninjau kepatuhan pada pakta pengurangan pasokan minyak global, meskipun tidak ada perubahan dalam perjanjian tersebut. Pada Agustus, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ mengurangi pemotongan yang disepakati menjadi7,7 juta barel per hari (bph) dari 9,7 juta barel per hari sebelumnya. Kontrak berjangka Brent menunjukkan para pedagang memperkirakan persediaan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang karena melemahnya permintaan.
Minggu lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) menyesuaikan permintaan minyak global lebih rendah, menunjukkan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya dalam persediaan global. (OL-3)
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Benarkah gerhana bulan tanda bencana? Simak 5 mitos gerhana bulan dari berbagai budaya dunia, mulai dari naga langit hingga jaguar, serta fakta astronominya.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Donald Trump mengonfirmasi komunikasi dengan Nicolás Maduro saat AS meningkatkan tekanan militer terhadap Venezuela.
Pada Juli, negara-negara OPEC+ mencatatkan peningkatan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari.
Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi dan OPEC menurunkan harga minyak untuk membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Harga minyak mentah dunia merupakan indikator penting dalam ekonomi global. Fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung pada berbagai sektor.
Harga minyak mencapai level tertinggi baru dalam lima bulan pada Rabu (3/4). Emas meluncur ke puncak sepanjang masa di US$2,230.15 per ons sebelum turun sedikit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved