Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETAHANAN fiskal Indonesia diyakini aman hingga akhir tahun. Meksipun pertumbuhan ekonomi domestik mengalami penurunan dan terancam minus.
Fleksibilitas desain target defisit negara berkontribusi memperkuat ketahanan fiskal Indonesia. “Saya yakin secara keseluruhan fiskal masih bisa bertahan. Apalagi ada flexibility dalam konteks mendesain defisitnya,” ujar Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, dalam diskusi virtual, Kamis (23/7).
Saat ini, pemerintah mematok target defisit anggaran sebesar 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pada semester I 2020, defisit anggaran mencapai 1,57% dari PDB. Artinya, masih ada ruang besar untuk pembiayaan melalui surat utang.
Baca juga: Menkeu: Defisit APBN Semester I 2020 Tembus Rp257,8 Triliun
“Masih ada ruang defisit untuk melakukan pembiayaan melalui surat utang. Itu masih ada ya,” pungkas Eko.
Kendati demikian, dia menyoroti realisasi utang yang harus dipercepat. Sebab, penyerapannya saat ini relative rendah. Hal ini bisa menjadi beban negara, karena utang menjadi tidak produktif.
“Ukurannya jelas, kita menambah utang pastikan realisasi anggaran yang tepat. Sasaran juga meningkat. Sehingga nanti seimbang, tidak mengendap saja. Tapi bisa disalurkan dalam kegiatan produktif untuk recovery ekonomi,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran pada semester I 2020 sebesar Rp 257,8 triliun. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini setara 1,57% dari PDB.(OL-11)
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Lemahnya pengawasan terlihat dari tidak adanya upaya menelusuri pemegang saham maupun perusahaan afiliasi dari wajib pajak tersebut.
Justru di tengah kondisi shortfall penerimaan pajak, langkah bersih-bersih semacam ini menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
Boyamin menilai kondisi ini juga membuktikan bahwa reformasi perpajakan yang selama ini digaungkan pemerintah gagal menyentuh akar persoalan dan lebih bersifat kosmetik.
Tekanan fiskal yang dihadapi saat ini tidak semata bersifat siklikal, melainkan mulai menunjukkan karakter struktural, terutama dari sisi penerimaan negara yang belum sepenuhnya pulih.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Pinjaman kepada pemda tanpa didahului peningkatan kemandirian fiskal dan kualitas belanja sama saja menambah risiko keuangan daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved