Kamis 09 Juli 2020, 15:16 WIB

Maria Pauline Diekstradisi, Saham BNI sempat Capai Titik Terendah

Henri Siagian | Ekonomi
Maria Pauline Diekstradisi, Saham BNI sempat Capai Titik Terendah

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Pembobol Bank BNI sebesar Rp1,7 triliun Maria Pauline Lumowa

 

BURONAN tersangka pembobol Bank BNI sebesar Rp1,7 triliun Maria Pauline Lumowa telah diekstradisi dari Serbia ke Tanah Air. Seiring itu, harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turun.

Pada Kamis (9/7) pukul 14.13 WIB, harga saham perusahaan berkode emiten BBNI tersebut terkoreksi 30 poin atau 0,62% ke Rp4.770 per lembar saham.

Sekitar pukul 10.00 WIB saham BBNI sempat menyentuh level terendah Rp4.730 per lembar saham, setelah di awal perdagangan sempat mencapai level tertinggi di Rp4.860 per lembar saham.

Baca juga: Pembobol BNI Maria Pauline Lumowa Diekstradisi dari Serbia

Frekuensi perdagangan saham BBNI tercatat sebanyak 12.776 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,42 juta lembar saham senilai Rp222,23 miliar.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly baru saja menyelesaikan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa yang buron sejak 17 tahun lalu.

Baca juga: Maria Pauline Lumowa Dibawa ke Indonesia Berkat Lobi

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003 Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai US$136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

Namun, pemerintah Kerajaan Belanda menolak permintaan itu dan memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda. (Ant/X-15)

 

Baca Juga

Antara

Perekomian di Jawa Paling Terpukul Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota-kota besar Pulau Jawa memengaruhi minat investor menanamkan...
Antara

Sandiaga : Dana Wakaf Dapat Mempertahankan Lapangan Kerja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:00 WIB
"Dana wakaf ini insyaallah akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan sosial yang lebih luas, apalagi di tengah pandemi...
Antara

Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp12,4 T untuk Vaksinasi Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:49 WIB
Seperti diketahui, pemangkasan tersebut terjadi setelah ada instruksi dari Kementrian Keuangan melakukan refocusing anggaran 2021 soal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya