Kamis 09 Juli 2020, 14:02 WIB

Maria Pauline Lumowa Dibawa ke Indonesia Berkat Lobi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Maria Pauline Lumowa Dibawa ke Indonesia Berkat Lobi

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Buronan pembobol kredit BNI sebesar Rp1,7 T, Maria Pauline Lumowa (memakai rompi orange), saat tiba di Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soetta

 

BURONAN kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa berhasil dibawa ke Tanah Air dan akan segera diproses hukum. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang memimpin proses dari Serbia tersebut mengatakan Maria berhasil dibawa ke Indonesia berkat lobi tingkat tinggi. Pasalnya, Indonesia dan Serbia belum memiliki perjanjian ekstradisi.

"Walaupun kita tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Serbia, tapi dengan pendekatan-pendekatan diplomasi high level dalam bidang hukum dan persahabatan akhirnya kita bisa membawa beliau (Maria) ke mari," kata Yasonna dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7).

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Ia melarikan diri dari Indonesia pada 2003, sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

Yasonna menyebut, Maria sempat melarikan diri ke Singapura lalu menetap di Belanda. Pemerintah Indonesia sempat berupaya meminta Maria dibawa kembali ke Indonesia. Namun, dua kali permintaan ekstradisi pada 2010 dan 2014 ditolak Belanda dengan alasan kedua negara belum memiliki perjanjian ekstradisi. Maria pun ternyata diketahui sudah berstatus warga negara Belanda sejak 1979.

Baca juga: Ini Jejak Kasus Buronan Pembobolan Bank Maria Pauline Lumowa

Upaya penangkapan Maria kemudian memasuki babak baru saat ditangkap NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. Pemerintah Republik Indonesia kemudian bereaksi dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi. Adapun masa penahanan Maria di Serbia sejatinya akan berakhir pada 16 Juli 2020.

Yasonna menyatakan upaya membawa Maria dari Serbia juga sempat mengalami gangguan. Menurut Yasonna, pihak Maria sempat melobi pihak Serbia untuk membatalkan ekstradisi. Namun, pihak Serbia komit kepada Indonesia untuk memproses ekstradisi.

"Ada pengacara beliau yang melakukan upaya hukum, ada upaya-upaya semacam melakukan suap tapi Pemerintah Serbia committed. Ada negara dari Eropa juga yang melakukan diplomasi agar beliau tidak diekstradisi," ujar Yasonna.

Yasonna menambahkan, proses penangkapan Maria dan dibawanya ke Indonesia tak lepas dari timbal balik. Sebelumnya, Indonesia pernah mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.(OL-5)

Baca Juga

Dok MI

Pekan Ke-39 2020, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Naik 1,28%

👤Cindy Ang 🕔Rabu 30 September 2020, 08:33 WIB
Jumlah kecelakaan pada minggu ke-39 tercatat sebanyak 1.103 kejadian. Sebanyak 226 orang meninggal, 129 orang luka berat, 1.280 orang luka...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Semua Keputusan Pasti Ada Risikonya

👤Fer/X-4 🕔Rabu 30 September 2020, 06:37 WIB
Intervensi yang telah dilakukan terhadap 8 provinsi dan ditambah dua provinsi, yaitu Bali dan Aceh ada peningkatan angka ke sembuhan, itu...
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/BNPB/Tim Riset MI-NRC

Uji Komando Duo Jenderal

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 30 September 2020, 06:23 WIB
Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya