Kamis 25 Juni 2020, 07:38 WIB

Emas Turun Dipicu Aksi Ambil Untung

Antara | Ekonomi
Emas Turun Dipicu Aksi Ambil Untung

ANTARA
Emas berjangka turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor menjual logam mulia bersama kelas aset lain.

 

EMAS berjangka turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor menjual logam mulia bersama kelas aset lain ketika kenaikan global dalam kasus virus korona memicu pelarian ke uang tunai.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$6,9 atau 0,39% menjadi ditutup pada US$1.775,10 per ounce.

Emas berjangka naik US$15,60 atau 0,88% menjadi US$1.782,00 per ounce pada Selasa (23/6), setelah menguat US$13,40 atau 0,76% menjadi US$1.766,40 pada Senin (22/6) dan melonjak US$21,9 atau 1,27% menjadi US$1.753,00 akhir pekan lalu.

"Orang-orang hanya menuju uang tunai. Mereka mengurangi investasi dalam portofolio mereka," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS, mengutip kenaikan infeksi covid-19.

"Ketika penghindaran risiko untuk hampir semuanya, Anda memiliki orang yang menjual emas. Mereka menjual sedikit dari segalanya (semua jenis aset) di seluruh papan."  

Meningkatnya kekhawatiran tentang percepatan pandemi virus korona membuat ekuitas global berjatuhan pada Rabu (24/6), sedikit membatasi penurunan emas.

Baca juga: Dolar AS Menguat, Covid-19 Mengendalikannya

Meskipun sedikit mundur, harga emas telah naik lebih dari 16% tahun ini, didukung oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank-bank sentral.

Logam yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Ekspektasi inflasi jangka panjang masih lemah dan memiliki ruang besar untuk naik," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

"Ketika Anda memiliki suku bunga rendah dan kenaikan inflasi, itu berarti suku bunga riil ditekan dan itulah faktor yang mendorong harga emas lebih tinggi." 

Emas sebagai aset safe haven bisa melihat lonjakan permintaan lebih lanjut.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 39,3 sen atau 2,18%, menjadi ditutup pada US$17,67 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$41,8 atau 4,94%, menjadi menetap pada US$804,6 per ounce. (A-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menteri BUMN Optimis Vaksinasi Perkuat Motivasi Perangi Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Senin 18 Januari 2021, 21:18 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dan ragu untuk divaksinasi di samping tetap mematuhi protokol...
Dok.MI

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kinerja BPJAMSOSTEK Tetap Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 21:10 WIB
Sepanjang tahun 2020 bersama dengan merebaknya pandemi Covid-19, penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tercacat berhasil dibukukan...
Dok. Akseleran

Performa Platform P2P Lending Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 18 Januari 2021, 20:20 WIB
Secara kumulatif, Akseleran yang sudah berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp1,85...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya