Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) telah merilis data stok beras yang diperoleh melalui metode Kerangka Sampling Area (KSA). Data yang dirilis pada Mei 2020 itu menyebutkan stok beras akhir Juli 2020 sebesar 8,13 juta ton, sedangkan bulan sebelumnya akhir Juni 7,54 juta ton beras dan stok beras akhir Mei surplus 8,48 juta ton.
Tentang hal ini, Direktur Politika Institute, Zainul A. Sukrin menilai bahwa metode yang digunakan oleh pemerintah dalam mengolah data akan menghasilkan data yang cenderung sama atau tidak akan berbeda. Sebut saja data pemerintah tentang pangan tidak akan sendiri-sendiri alias data Kementan tidak akan berbeda dengan data BPS.
"Semua data lembaga-lembaga pemerintah tetap mengacu pada data hasil metode KSA BPS sehingga sudah menerapkan satu data" kata Zainul di Jakarta, Rabu (24/6).
Zainul menambahkan bahwa cenderung keliru bila ada yang menyebutkan bahwa data BPS dengan lembaga pemerintah berbeda. Secara khusus Zainul menilai dengan menggunakan metode KSA, data BPS terutama pangan selalu diupdate tiap bulan dan stok beras bergerak antar bulan karena setiap bulan ada produksi dan ada konsumsi.
Dari pengamatannya, penghitungan angka surplus dengan menghitung stok beras akhir Juni 2020 ditambah produksi Juli 2020 dan dikurangi konsumsi Juli 2020 sehingga didapat stok beras akhir Juli 2020.
Namun Zainul melihat diskursus data pangan dan atau pertanian selama pandemi atau ada yang mengkritik data pertanian cenderung diakibatkan oleh konflik politik yang terjadi di dalam koalisi rezim pemerintah Joko Widodo. Dan isu di sektor pangan sangat strategis untuk diolah, karena memiliki basis yang strategis yaitu petani dan buruh tani.
"Penilaan tentang perbedaan data pangan cenderung dibingkai oleh nalar praktik politik (politis), bukan ilmu politik sebab semua partai politik saat ini sudah fokus untuk menjadi pemenang di Pemilu 2024," tegasnya.
"Semua partai politik memperebutkan sektor pertanian untuk kepentingan Pemilu tahun 2024," tambah Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.(OL-09)
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved