Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rapat Kerja Pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Komisi IV, Senin (22/6), DPR RI mencermati berbagai kebijakan yang diambil oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, sejumlah anggota mengapresiasi, kinerja yang telah dilakukan Kementan.
Anggota komisi IV DPR RI dari partai PKB Luluk Nur Hamidah menegaskan sepaham dengan pemikiran Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menekankan, harus ada koordinasi dengan seluruh pihak termasuk Kementerian lainnya dalam penanganan ketahanan pangan.
"Semangat luar biasa diperlihatkan Pak Mentan, saat merumuskan kebijakan pertanian. Kita harapkan, bisa dijalankan dengan baik oleh seluruh jajaran Kementan," kata Luluk saat Raker Komisi IV DPR RI bersama Kementan.
Hal senada juga diungkapkan anggota DPR RI Komisi IV dari Partai Gerindra, Endang Setiawati Thohari, yang menyatakan meski mengalami pemotongan anggaran, namun Kementan masih terus berupaya memaksimalkan produksi pertanian.
"Sedikit memberikan masukan, diperlukan grand strategi untuk political Will yang kuat sehingga mendorong kedaulatan pangan ini. Litbang dan SDM pertanian, juga sangat penting dengan bioteknologi yang dihasilkan meskipun dalam kondisi anggaran kurang," ucapnya.
Kementan dalam kesempatan ini juga menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan anggaran ketahanan pangan Tahun 2019, diketahui realisasi anggaran dari Bulan Januari hingga akhir Desember (2019)sebesar Rp. 19,42 triliun atau 88,97% dari pagu sebesar Rp 21,83 triliun.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, realisasi anggaran tertinggi adalah Badan Karantina Pertanian yang mencapai 99,18%. Kemudian diikuti Sekretariat Jenderal 98,37% dan Badan Ketahanan Pangan mencapai 97,05%.
Capaian tersebut, memperlihatkan bahwa kinerja pengembangan komoditas pangan khusus padi cukup bagus.
Sesuai angka BPS, produksi padi hingga akhir Desember tahun 2019 sebesar 54,6 juta ton GKG, atau setara 31,31 juta ton beras dan ada surplus sebesar 1,53 juta ton, serta stock beras akhir tahun 2019 sebesar 5,90 juta ton.
"Dari data BPS diperkirakan, produksi beras Januari-Agustus 2020 sebesar 23,05 juta ton. Sehingga diprediksi stock beras pada Agustus 2020 sebesar 8,84 juta ton. Produksi jagung pada tahun 2020 juga bagus, yaitu sebesar 22,58 juta ton," katanya.
Selain itu, Mentan Syahrul juga menyampaikan capaian pada subsektor lainnya juga mengembirakan, seperti pada komoditas perkebunan hampir semuanya sesuai target.
Seperti pengembangan komoditas tebu mencapai 15,10 ribu ha (99,04% dari target), kelapa 14,13 ribu ha atau 100% dari target dan pala 27,64 ribu ha atau 100% dari target.
"Demikian pula, terhadap pengembangan hortikultura diantaranya komoditas cabai mencapai 10,05 ribu ha (99,50% dari target) dan bawang merah mencapai 5,14 ribu ha atau 98,87% dari target," terangnya.
Kemudian di tengah pandemi korona, ekspor pertanian terus tumbuh pada April 2020, ekspor pertanian tumbuh sebesar 12,66%, Sementara itu sektor lainnya turun dan bahkan secara total ekspor Indonesia turun sebesar 7,02% jika dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2019.
Selanjutnya capaian lainnya adalah kinerja produksi beras selama MT I tahun 2020, yang mencapai 16,65 juta ton dan sampai akhir Juni 2020 diperkirakan ada stok 7,49 juta ton.
Demi mempertahankan kecukupan stok beras sampai Desember 2020, Kementan telah melakukan akselerasi tanam padi MT II sebesar 5,6 juta hektare dengan menggerakkan seluruh komponen sumber daya yang didukung ketersediaan air yang cukup di sentra produksi dan wilayah lainnya.
"Walaupun anggarannya menurun tahun 2020, kami tetap optimis akan mampu mencapai target-target yang telah ditetapkan," tegasnya. (OL-09)
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Untuk itu semua jagal wajib menjaga stabilitas harga karkas sehingga harga daging di Pasar tidak lebih dari Rp130.000/kg
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
Hambatan utama pengesahan RUU ini selama ini adalah kekhawatiran akan tumpang tindih dengan undang-undang sektoral lainnya.
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
anggota dpr Nyoman Parta, berharap masyarakat Bali mulai menjauhkan diri dari praktik rasisme yang kerap diarahkan kepada warga pendatang.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved