Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) melonjak 2,44% atau 122 poin dan menembus level psikologis sehingga ditutup pada level 5.070 dalam perdagangan kemarin.Saham perbankan berada di barisan terdepan yang mencatatkan lonjakan kenaikan
harga. Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan lonjakan tertinggi dari sisi persentase, yaitu 13,65%, menjadi Rp4.830 per lembar, diikuti Bank Tabungan Negara (BBTN)11,37% ke level Rp1.175 per lembar, Bank Mandiri (BMRI) naik 8,25% jadi Rp5.250, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 6,11% ke level Rp3.300.
Dari sisi nilai, saham Bank Central Asia (BBCA) naik paling tinggi, yakni Rp875 per lembar saham menjadi Rp29.500. Secara keseluruhan sektor keuangan (finance) mencatatkan kenaikan 45,91 poin dengan nilai transaksi mencapai Rp5,01 triliun, atau hampir 40% total nilai transaksi dalam perdagangan di bursa Rp13,5 triliun.
Kenaikan juga terjadi pada sektor pertanian dan sektor properti masing-masing 3,82% dan 1,91%. Tingginya minat investor pada saham keuangan atau perbankan tidak lepas dari daya tahan sektor itu dalam menghadapi krisis akibat pandemi covid-19.
Pelaksanaan relaksasi kredit bagi nasabah terdampak dapat membantu perbankan dalam menghindari kredit macet akibat situasi ekonomi memburuk. Ditambah lagi, perbankan, terutama bank BUMN, rata rata memiliki cadangan terhadap kredit macet di atas 100%. Jadi, bank mampu menyerap risiko bila terjadi pemburukan terhadap kualitas aset kredit mereka.
Kinerja positif
Sentimen positif terhadap perbankan juga tidak lepas dari kinerja yang diumumkan mereka pada triwulan I 2020. Bank Mandiri, misalnya, masih berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih 9,44% menjadi Rp7,92 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, meski wabah virus korona tengah berlangsung, Bank Mandiri juga masih menunjukkan kinerja yang sehat. "Sampai dengan Maret 2020, Bank Mandiri masih mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,92 triliun," kata Royke saat memaparkan kinerja PT Bank Mandiri (persero) Tbk triwulan I 2020 secara daring, kemarin.
Capaian tersebut didukung pertumbuhan pendapatan berbasis biaya sebesar Rp7,74 triliun di Maret 2020, tumbuh 23,95% jika dibandingkan dengan Maret 2019 yang sebesar Rp6,24 triliun. Perusahaan anak memberikan kontribusi sebesar 12,7% terhadap laba dengan total aset perusahaan anak mencapai Rp207,3 triliun.
Bank Mandiri juga telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp60,8 triliun untuk 323.617 nasabah yang terdampak. Dari total debitur yang direstrukturisasi, 72% merupakan debitur segmen usaha mikro, kecil, dan menengah senilai Rp25,6 triliun.
Guna menjaga likuiditas, Bank Mandiri menerbitkan obligasi rupiah sebesar Rp1 triliun dan emisi global bonds US$500 juta, serta meningkatkan pengumpulan dana murah. "Kami memproyeksikan dampak pandemi covid-19 tersebut baru akan terlihat pada pencapaian kinerja triwulan II 2020," tandasnya. (E-1)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved