Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITMEN Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tetap menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia di tengah pandemi Covid-19 bukanlah ungkapan semata. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tak hentinya menegaskan pertanian tidak boleh berhenti.
Karena itu, Mentan yang biasa disapa SYL terrus menggealakan giat tanam dan panen pun tetap dilakukan pelaku pertanian di seluruh Indonesia.
Untuk tetap memastikan sektor pertanian terus berjalan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan melakukan upaya percepatan regenerasi petani.
Salah satu program yang diluncurkan Kementan untuk mempercepat regenerasi petani dan meningkatkan minat generasi milenial di sektor pertanian adalah penumbuhan wirausaha muda pertanian (PWMP).
“Tujuannya adalah mencetak agropreneur yang mampu menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor ini. Sejak diluncurkan tahun 2016, saat ini telah terdapat ribuan kelompok PWMP yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," ujar Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.
"Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” jelas Dedi.
Untuk memberikan dukungannya kepada para petani milenial dalam mengembangkan bisnis pertaniannya di masa-masa sulit seperti saat ini, BPPSDMP menggelar 'Ngopi' (Ngobrol Pintar) bersama TaniHub secara virtual (7/5).
TaniHub adalah e-commerce pertanian Indonesia yang bertujuan mengatasi permasalahan rantai pasokan dan distribusi hasil pertanian. Hadir dalam pertemuan tersebut duta petani milenial (DPM), duta petani andalan (DPA), dan para petani milenial peserta Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Tampak hadir pula Direktur Politeknik dan Kepala SMK-PP lingkup Pertanian, serta Panitia PWMP.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti mengatakan, diskusi ini sebagai tindak lanjut hasil kerja sama yang telah dilakukan dengan TaniHub sebelumnya.
“Kita ingin menindaklanjuti kerja sama kita dengan langkah konkrit” tutur Idha. Ia mengharapkan produk PWMP yang memenuhi kualifikasi dapat terhubung dengan TaniHub.
Head of Partnership and Social Impact TaniHub Deeng Sanyoto mengungkapkan bahwa TaniHub memiliki target 1 juta petani pada 2022, saat ini baru memiliki 1.500 petani.
“Ini masih sangat jauh sekali, dan kami cukup senang dengan adanya petani-petani milenial,” ujar Deeng Sunyoto.
Deeng pun melanjutkan, ada 2 hal yang bisa dilakukan sebagai langkah konkrit kerja sama ini, yang pertama TaniHub membeli produk yang lolos seleksi dan yang kedua adalah ada potensi untuk funding.
Tim TaniHub akan menyeleksi produk PWMP yang didaftarkan melalui link registrasi https://about.tanihub.com/register/farmer. Begitu pula untuk funding, verifikasi data akan dilakukan oleh tim TaniHub. (OL-09)
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Untuk itu semua jagal wajib menjaga stabilitas harga karkas sehingga harga daging di Pasar tidak lebih dari Rp130.000/kg
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PETANI milenial tergabung dalam kelompok tani Pasirangin, Kota Tasikmalaya, memanen cabai merah di lahan seluas 250 bata dengan jumlah 7.000 pohon.
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved