Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBANKAN mulai melakukan upaya relaksasi kredit usaha mikro dan kecil sebagai bagian dari stimulus countercyclical yang diberikan OJK kepada pelaku industri perbankan
Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan perseroan telah menerbitkan kebijakan internal yang meng akomodasi kebijakan di atas.
“BRI juga memberikan ke mudahan bagi debitur yang terdampak virus korona mela lui berbagai skema restrukturisasi, di antaranya penyesuaian suku bunga pinjaman, pengurangan tunggakan bunga dan/atau denda/penalti, serta perpanjangan jangka waktu pinjaman (rescheduling),” ujar Sunarso.
Khusus untuk usaha skala mikro, lanjutnya, BRI mem liki skema restrukturisasi lain berupa penundaan pembayaran cicilan pokok bulanan selama maksimal satu tahun.
Selain itu, BRI telah menyiapkan skema restrukturisasi bagi debitur yang menikmati fasilitas kredit konsumer BRI, yakni kredit pemilikan properti (KPP) dan kredit kendaraan bermotor (KKB),” imbuhnya.
Di lain pihak, Bank Mandiri akan menerapkan kebijakan khusus berupa relaksasi dalam pembayaran angsuran dan perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi pelaku UMKM yang terdampak covid-19, termasuk penyesuaian suku bunga.
“Kebijakan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank dan mengacu pada kebijakan OJK,”
kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi
dalam siaran persnya.
Bank Mandiri, kata dia, memiliki portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp103 triliun pada Februari 2020, atau tumbuh 10,9% dari periode yang sama tahun lalu.
Komitmen Bank Mandiri terhadap UMKM, lanjut Hery, sangat kuat karena sektor itu saat ini merupakan sektor utama yang akan didorong sebagai motor pertumbuhan dana dan kredit bank BUMN itu dalam lima tahun ke depan.
Dalam kaitan mendukung operasional perusahaan, Bank Mandiri mendorong penggu naan Mandiri Cash Management (MCM). Nilai transaksi
MCM per Februari mencapai Rp1.303 triliun atau naik 16%.
“MCM semakin diminati para pelaku usaha. Terlihat dari jumlah pengguna yang terus bertambah hingga menca-
pai 450 ribu perusahaan,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan.
MCM, lanjutnya, membantu nasabah perusahaan karena dapat diakses dari mana pun dan kapan pun, serta ditunjang fitur yang memudahkan korpo rasi mengelola dan memantau aktivitas keuangan saat wabah covid-19 merebak. (Ant/E-2)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Sejalan dengan akselerasi ekonomi tersebut, Bank Mandiri turut konsisten mempertahankan fundamental keuangan solid sepanjang 2025.
Komitmen Menggerakan Perekonomian Nasional
Bank Mandiri melihat pameran ini sebagai sarana untuk memberikan literasi keuangan kepada pengunjung dan tenant yang ada
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1).
Bank Mandiri mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved