Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT. Bank Amar Indonesia melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 1,206 miliar saham lewat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Saham Amar Bank berkode AMAR ditawarkan dengan harga Rp100 per lembar saham dan harga penawaran ukum sebesar Rp174 per saham.
Jumlah Nilai Penawaran Umum Perdana Saham bank yang berdiri sebanyak 1991 dan kini jadi bagian Tolaram Group itu secara keseluruhan adalah sebanyak Rp209.85 miliar.
Amar Bank tercatat memiliki layanan teknologi finansial (fintech) Tunaiku sejak 2014 yang kini jadi produk unggulannya. Tunaiku yang fokus pada produk personal loan bertujuan taraf hidup masyarakat Indonesia lewat teknologi dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
Dalam melakukan analisa kreditnya, Tunaiku menggunakan sebuah algoritma dan predictive analysis, dan juga tetap melakukan proses Know Your Customer melalui berbagai cara, seperti penggunaan verifikasi kartu identitas KTP dan pertemuan secara langsung antara debitur dengan tim customer experience.
Tunaiku telah menyalurkan kredit lebih dari Rp3 triliun sejak diluncurkan pda 2014. Amar Bank menjadi Bank Buku 2 dengan total ekuitas Rp1 triliun dengan aset mencapai Rp3,4 triliun pada November 2019.
Baca juga : Platform Tunaiku Bawa Dirut Amar Bank Raih Penghargaan
"Amar Bank memiliki keunggulan sebagai Bank pertama yang memasuki sektor fintech yang didukung dengan teknologi yang mumpuni. Kami akan fokus dengan berbagai layanan produk digital untuk melayani masyarakat yang kurang terlayani oleh layanan perbankan," kata Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian dalam keterangan tertulis Kamis (9/1).
Hingga November 2019, Amar Bank mencatat total pendanaan menccapai Rp2,2 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliiun. Adapun total profit sebelum pajak mencapai Rp98 miliar dengan pendapatan bunga sebesar Rp570 miliar.
Sementara itu, hingga November 2019 Net Interest Margin sebesar (NIM) 18.83%. Dengan performa yang sangat baik ini, pada masa penawaran umum saham, Amar Bank mengalami oversubscribed (kelebihan permintaan) selama masa penawaran umum pada 2-6 Januari 2020.
"Seiring tumbuh pesatnya perkembangan dunia digital yang sangat dinamis pergerakannya, tentunya kami akan terus mengikuti perkembangan tersebut," pungkas Vishal (RO/OL-7)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved