Senin 09 Desember 2019, 15:50 WIB

Sri Mulyani: Ketamakan Penyebab Utama Korupsi

Andhika prasetyo | Ekonomi
Sri Mulyani: Ketamakan Penyebab Utama Korupsi

MI/ Pius Erlangga
Sri Mulyani

 

BERGAJI besar bukan jaminan seseorang tidak korupsi.

Jika individu tersebut merasa tidak pernah puas, terlebih ada kesempatan dan celah untuk menerima uang panas, praktik rasyawah tetap bisa terjadi.

"Kita tidak bicara cukup atau tidak cukup. Itu masalah tamak atau tidak tamak saja," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Senin (9/12).

 

baca juga: Dekom Garuda Indonesia Resmi Berhentikan 4 Direktur

 

Ia pun mengakui godaan melakukan korupsi selalu ada terutama di lingkup kementeriannya.

Contoh yang paling mudah adalah Kantor Pelayanan Pajak yang selalu berhubungan dengan pemeriksaan wajib pajak.

Institusi tersebut rentan terhadap perilaku korupsi. Wajib pajak yang memiliki penerimaan besar bisa saja menyuap petugas pajak untuk menghindari bayar pajak.

"Korupsi tetap akan jadi tantangan. Walaupun kita sudah lakukan reformasi, remunerasi diperbaiki, ada indeks kinerja, godaan akan selalu ada," ucap perempuan yang akrab disapa Ani itu.

Maka dari itu, dia berharap orang-orang yang memiliki kewenangan bisa menjaga diri dari berbagai rayuan dan iming-iming.

Sedianya, di setiap kementerian ada inspektorat jenderal yang sangat membantu dalam mengawasi kinerja para pegawai.

"Yang saya ingin katakan, jangan sampai merasa itjen memata-matai. Mereka adalah mitra yang menjaga kita. Manusia itu bisa tergoda, jadi kita memang harus dijaga," tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara/Hafidz Mubarak

​​​​​​​Menteri ESDM: Kejayaan Migas Sudah Berlalu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:01 WIB
Pemerintah tidak lagi memprioritaskan besaran bagi hasil dari wilayah kerja migas. Namun, cenderung memberikan insentif agar proyek migas...
ANTARA/Galih Pradipta

Mal Golden Truly di Gunung Sahari Resmi Tutup

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 15:55 WIB
Meski demikian, perusahaan itu bakal terus menjualkan barang keperluan masyarakat secara...
MI/Susanto

BI Tiadakan Kegiatan Operasional pada Pilkada 2020

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 02 Desember 2020, 15:44 WIB
Langkah Bank Sentral merujuk pada Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2020 terkait penetapan Pilkada 2020 sebagai hari libur...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya