Jumat 06 Desember 2019, 05:20 WIB

Kontribusi Cukai Vape bakal Meningkat

(BY/E-2) | Ekonomi
Kontribusi Cukai Vape bakal Meningkat

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kontribusi Cukai Vape bakal Meningkat

 

SEIRING kebijakan pemerintah yang telah mengeluarkan regulasi atas rokok elektrik dalam bentuk cukai, kontribusi dari produk tembakau alternatif akan meningkat. Bila tahun ini jumlahnya Rp1 triliun, tahun depan kontribusinya bisa dua kali lipat.

"Setelah ada cukai untuk vape, jumlahnya akan terus meningkat. Tahun ini konstribusi (dari cukai) Rp1 triliun, tahun depan diperkirakan bisa Rp2 triliun," kata Perwakilan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Bernaldi Djemat, Rabu (4/12).

Dia mengungkapkan, industri vape yang semakin berkembang saat ini ditandai dengan terus bertambahnya jumlah pengguna dan pelaku usaha produk itu.

Di sisi lain sejumlah pihak meyakini bahwa produk itu dapat menjadi sarana bagi orang yang ingin berhenti merokok.

"Dengan jumlah perokok Indonesia yang sudah mencapai 65 juta jiwa, pendekatan ini dinilai sebagai solusi alternatif untuk menurunkan angka perokok," ucap Bernaldi.

Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran, Bandung, Ardini Raksanagara, mengatakan apoteker memiliki peran kunci dalam menyosialisasikan pendekatan itu secara aktif.

"Apoteker harus memahami apa saja dampak dari rokok dan mengerti solusi apa yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah itu. Salah satunya ialah melalui penerapan pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa," kata Ardini.

Ia melanjutkan, sejumlah negara maju, seperti Inggris, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan telah membuat penelitian ilmiah yang komprehensif mengenai produk tembakau alternatif itu.

"Yang paling baik itu memang berhenti merokok. Namun, riset sudah membuktikan bahwa perokok langsung berhenti tanpa bantuan apa pun, tingkat kesuksesannya hanya sekitar 5% sampai 7%. Karena itu, kalau sulit berhenti, perokok dewasa bisa dibantu agar beralih ke produk tembakau alternatif," jelas Ardini.

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliya, menambahkan bahwa rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan itu berbeda meski keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai alat pengantar nikotin. (BY/E-2)

Baca Juga

Ist

Bank BJB Sumbang Kontribusi Program GN Lingkaran BPJAMSOSTEK

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 08:30 WIB
BANK BJB memperpanjang partisipasinya sebagai salah satu donatur dalam program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN...
ANTARA FOTO/Agus Suparto/Handout/wpa/wsj.

Mencari Kabar Ibu Negara

👤(Ant/P-2) 🕔Minggu 17 Januari 2021, 05:45 WIB
LAMA tidak muncul mendampingi Presiden, Ibu Negara Iriana Joko Widodo membuat banyak masyarakat penasaran atas...
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz

Menteri BUMN Inginkan PNM Bersinergi dalam Holding UMKM

👤 (Des/E-1) 🕔Minggu 17 Januari 2021, 05:35 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir menginginkan agar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dapat bersinergi dengan BUMN lainnya dalam membantu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya