Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA perusahaan asal Korea Selatan (KorSel) yang bergerak di sektor keuangan PT Hanwha Life Insurance Indonesia (Hanwha Life) dan PT Bank IBK Indonesia Tbk (Bank IBK Indonesia) resmi menjalin kerja sama bancassurance.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama bancassurance dilakukan oleh CEO Hanwha Life Insurance Indonesia David Yeom dan Direktur Utama Bank IBK Indonesia Park Ju Yong di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (11/11).
“Kami menyambut baik kerja sama bancassurance Hanwha Life dengan Bank IBK Indonesia, yang merupakan sesama perusahaan finansial asal Korea Selatan," kata CEO Hanwha Life David Yeom dalam sambutannya.
David menerangkan kemitraan kedua industri keuangan tersebut bersifat jangka panjang. Pihaknya menargetkan premi tahunan ekuivalen (APE) sebesar Rp36,65 miliar selama lima tahun ke depan. Dalam kesempatan ini, bancassurance Hanwha Life dan Bank IBK Indonesia juga memperkenalkan Sejahtera Maxima Link sebagai produk perdana.
Sementara itu, Direktur Utama Bank IBK Indonesia Park Ju Yong mengatakan sebagai bank yang memiliki fokus utama pada segmen usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia, pihaknya berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan proteksi dan manfaat lebih kepada nasabahnya.
"Mulai bulan November ini, seluruh nasabah kami memiliki akses untuk menikmati manfaat proteksi dan investasi dari Sejahtera Maxima Link melalui 30 jaringan kantor Bank IBK Indonesia yang tersebar di wilayah Indonesia," ujar Park Ju Yong.
Dia juga menambahkan kedua pihak akan terus mengembangkan kerja sama terkait asuransi. Pengembangan akan mengarah pada layanan asuransi gratis untuk nasabah payroll serta produk dan layanan asuransi lainnya.
Baca juga: UOB Perbarui Perjanjian Bancassurance dengan Prudential
Sebagai informasi, PT Hanwha Life Insurance Indonesia adalah perusahaan asuransi jiwa di bawah naungan Hanwha Group yang merupakan salah satu konglomerasi bisnis terbesar asal Korea Selatan. PT Hanwha Life Insurance Indonesia secara resmi berdiri pada 24 Oktober 2013 dan saat sudah mengantongi izin OJK.
Hingga kuartal II 2019, perusahaan sudah memiliki 14 kantor pemasaran dan telah melayani lebih dari 14.000 polis. Total investasi Hanwha senilai Rp1,88 triliun, hasil investasi senilai Rp63,63 miliar, tingkat solvabilitas (RBC) sebesar 6.347,41% serta telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp16,83 miliar kepada nasabah.
Untuk Bank IBK Indonesia, merupakan penggabungan dari dua buah bank yaitu PT Bank Agris Tbk dan PT Bank Mitraniaga Tbk. Penggabungan keduanya efektif pada 5 September 2019 dan bergerak di sektor UKM. Bank IBK Indonesia dimiliki oleh Industrial Bank of Korea (KRX:024110) yang merupakan pemegang saham mayoritas.(OL-5)
BANDUNG International Food & HoReCa Expo (BIFHEX) yang memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, yang merupakan ajang B2B terbesar di Jawa Barat.
Dua atlet ski lintas alam Korea Selatan didiskualifikasi dari Olimpiade Milan-Cortina setelah peralatan mereka terdeteksi mengandung zat fluor terlarang.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Operasi bedah estetika kini jadi gaya hidup modern. Sejumlah aktris Indonesia memilih Korea untuk tampil lebih segar dan percaya diri.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tampil apik sejak menit awal, yang langsung membuahkan gol yang dicetak Mochammad Iqbal.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved