Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETAHANAN bank-bank Indonesia dalam menghadapi potensi Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet menjadi perhatian. Hal tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran peningkatan kredit macet seiring berlanjutnya pelemahan perekonomian dunia akibat Perang Dagang Amerika Serikat-Tiongkok yang tak kunjung usai.
Namun, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Budi Armanto menyebut hingga saat ini kondisi bank-bank Indonesia masih baik.
"Sampai saat ini kondisi bank-bank masih oke. Memang ada kecenderungan NPL meningkat tapi tidak signifikan sehingga NPL (gross) per posisi terakhir, Agustus 2019, tercatat sebesar 2,6%, naik dari bulan sebelumnya 2,55%," ujar Budi kepada Media Indonesia, Senin (14/10).
Baca juga : Penurunan Harga Komoditas akan Pengaruhi PNBP
Namun, menurutnya, beberapa bank sudah melakukan antisipasi dengan menambah cadangannya sejak tahun yang lalu dengan menurunkan pembagian deviden. "Atau malah ada yang tidak membagikan deviden," tuturnya.
Bagi bank yang debiturnya sudah mengalami masalah, umumnya mereka menyiapkan restrukturisasi (jangka waktu, cicilan, suku bunga, dll.).
"Tapi sampai sejauh ini kredit restrukturisasi masih belum ada peningkatan. Memang bank masih terkesan hati-hati (sangat selektif) dalam memberikan kredit sehingga growth kredit masih rendah (8, 6%)," pungkasnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ony Widjanarko juga menyebut situasinya masih terkendali. "Kalau dari data terakhir NPL masih aman dan terjaga," tulisnya melalui pesan singkat, Senin (14/10). (OL-7)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved