Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam menilai fintech ilegal atau pinjaman online ilegal sebenarnya merupakan para lintah darat yang selama ini berada di sekitar kita namun berganti wajah dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Menurut dia, ada dua penyebab utama terus menjamurnya fintech ilegal di masyarakat.
"Pertama, memang demandnya tinggi di tengah ketatnya likuiditas. Masyarakat yang membutuhkan dana cepat dan tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal menjadi potensial market dari lintah darat atau fintech illegal," ujar Piter kepada Media Indonesia, Minggu (1/9).
Penyebab yang kedua yakni karena terbatasnya literasi masyarakat atas sistem keuangan dan fintech. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh para lintah darat yang sudah berganti baju menjadi fintech illegal.
Piter menjelaskan, untuk memberantas pertumbuhan fintech ilegal, maka pemerintah bersama lembaga-lembaga terkait harus menyelesaikan dua faktor tersebut, yakni dengan mempermudah akses masyarakat ke lembaga keuangan formal.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional 2019 Digelar di Car Free Day
"Masyarakat kita yang bankable kan masih sangat terbatas, sementara lembaga non perbankan tidak banyak berkembang. Jadi pilihan masyarakat ke sektor keuangan tidak mudah," terangnya.
Selain itu diperlukan peningkatan literasi keuangan pada masyarakat, khususnya terkait fintech. Piter menuturkan, hal ini dapat dilakukan secara bertahap dan menggunakan berbagai sektor yang ada seperti pendidikan, media massa, media sosial, dan lain-lain.
"BI dan OJK sudah berupaya meningkatkan literasi keuangan, tapi masih bisa ditingkatkan dengan menyinergikan semua lembaga institusi baik pemrintah maupun swasta," tuturnya.
Piter pun memandang regulasi yang ada saat ini sudah cukup untuk mengatur tentang tindak pidana terhadap fintech ilegal yang marak beredar.
"Saya rasa nggak perlu, undang-undang yang ada saya kira sudah cukup," tutupnya. (OL-1)
Pendanaan produktif pindar mendorong kenaikan rata-rata omzet bulanan UMKM hingga 121% serta meningkatkan keuntungan bersih sekitar 155%.
Strategi pemulihan harus berfokus pada stabilisasi arus keuangan, bukan sekadar menunda kewajiban.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar dua kasus aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah menjerat hingga 400 nasabah
Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama, judi online (judol) memiliki daya rusak yang lebih tinggi karena menyasar kelompok masyarakat yang rentan secara finansial.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
SCAM Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved