Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) kembali memberikan sinyal untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya yang saat ini berada di level 5,75%. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo.
Dia mengungkapkan, pihaknya selalu melihat kemungkinan yang ada untuk kembali menurunkan suku bunga acuan guna memberikan kebijakan makroprudensial yang longgar.
"Kita masih akan liat lagi ke depan. Kita sebentar lagi akan lakukan RDG. Pak Gubernur BI (Perry Warjiyo) telah katakan ruang (untuk turunkan suku bunga) ada. Jadi tinggal timingnya," kata Dody di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (12/8).
Menurut Dody, pihak BI tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menurunkan tingkat suku bunganya. Hal itu akan dilihat dari kondisi perekonomian domestik dan global, khususnya perang dagang antara AS dan Tiogkok.
"Timing jadi penting sebab bagaimana risiko yang harus diliat kedepannya. Risiko tentu lebih banyak pasar global bagaimana trade war masih akan berlanjut sedalam permasalahannya," tuturnya.
Baca juga: Dorong Industri Manufaktur, BI Gelar Seminar Internasional
Di sisi lain, dari segi kebijakan akomodatif, Dody mengungkapkan pelonggaran kebijakan makroprudensial akan dilakukan dengan mendorong sejumlah sektor prioritas.
"Saya belum bisa bilang banyak. Tapi salah satu pemikiran BI adalah dengan kebijakan makroprudensial yang mendorong sektor prioritas," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan dukungan pada kemudahan sistem pembayaran dengan melibatkan financial technology guna menciptakan ekonomi yang lebih efisien. (A-4)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved