Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia dan Turki bertemu untuk membahas sejumlah hal di bidang ekonomi dan perdagangan. Isu-isu substansial yang akan dibicarakan, antara lain, tentang perdagangan bilateral kedua negara serta kelanjutan perundingan Trade in Goods Agreement dalam kerangka Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).
Secara teknis, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan, di Ankara, Jumat (12/7). Dalam pertemuan itu, kedua menteri juga membahas masalah pengamanan perdagangan dan kolaborasi usaha.
“Dalam dialog bisnis di Istanbul, pelaku usaha kedua negara menekankan pentingnya penyelesaian segera perundingan IT-CEPA di tengah ketidakpastian perdagangan global saat ini. Menteri Perdagangan Turki sepakat agar momentum ini dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan hubungan ekonomi kedua negara,” kata Enggar dalam keterangan resmi, kemarin.
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi Turki itu, Enggartiasto dan Ruhsar bersepakat menugaskan tim perunding dari kedua negara untuk mulai meningkatkan kontak guna mempersiapkan perundingan putaran keempat pada Oktober nanti.
Persiapan itu mencakup pelaksanaan teleconference antara Jakarta dan Ankara mulai Agustus untuk memastikan bahwa kedua tim siap mencatatkan kemajuan sebelum akhir 2019. “Pada prinsipnya tim runding Indonesia siap melakukan pertemuan pada Agustus atau September. Namun, pihak Turki mengusulkan perundingan putaran keempat dilakukan pada Oktober,” jelas Enggartiasto.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, dia juga menyampaikan permintaan agar Turki lebih selektif dalam menerapkan langkah pengamanan perdagangan (antidumping, anti-circumvention, dan safeguard). Enggartiasto mengusulkan korespondensi dalam proses investigasi dilakukan dalam bahasa Inggris dan tindakan antidumping dan pengamanan perdagangan lainnya yang saat ini dikenakan pada Indonesia dapat diterminasi bila sudah memasuki usia 10 tahun.
“Menteri Perdagangan Turki menyatakan bahwa kebijakan pengamanan perdagangan mereka telah sesuai dengan ketentuan di WTO. Namun, setelah kita jelaskan tentang sejumlah kesulitan yang dihadapi Indonesia dalam proses investigasi, Turki sepakat untuk menugaskan tim mereka guna membahas hal ini dalam konteks perundingan CEPA.” (Ata/N-3)
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Indonesia dan Pakistan memperkuat komitmen kemitraan kedua negara di sektor pertahanan, investasi, hingga dukungan terhadap forum kerja sama negara berkembang atau Developing Eight
KPPOD menilai 25 tahun otonomi daerah menunjukkan kemajuan penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM, namun tren resentralisasi dan ketergantungan fiskal ke pusat menguat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta menyoroti merosotnya skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 menjadi alarm keras bagi sistem pencegahan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved