Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU usaha berharap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) esok hari, Kamis (20/6), menghasilkan putusan turunnya suku bunga acuan.
"Kami berharap suku bunga acuan bisa diturunkan karena kondisi makroekonomi sudah cukup kondusif," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdan kepada Media Indonesia, Rabu (19/6).
Dirinya menilai itu dengan kondisi perekonomian Indonesia masih tergolong baik, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2019 yang tumbuh pada level 5,07%. Ia pun melihat dari sisi inflasi terkendali di level rendah dan naiknya peringkat utang Indonesia ke level BBB.
Di sisi lain, perekonomian global tengah mengalami guncangan. Bahkan International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level 3,3%.
"Memang kalau kondisinya seperti ini langkah yang tepat yakni dengan menurunkan tingkat suku bunga," ujarnya.
Baca juga: BI Diprediksi Turunkan Tingkat Suku Bunga
Dengan memangkas suku bunga, dirinya menyatakan hal itu akan membawa pengaruh positif pada sektor riil.
"Jika BI memangkas suku bunga, langkah tersebut akan diikuti oleh penurunan suku bunga oleh bank umum. Itu akan berpengaruh pada pertumbuhan kredit yang lebih tinggi," tukasnya.
Sebagai informasi, saat ini BI7DRRR berada di level 6% dengan Lending Facility Rate pada level 6,75% dan Deposit Facility Rate pada level 5,25%.(OL-5)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved