Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Pantang Kendur Melawan DBD

27/3/2024 05:00

ANGKA kematian sebanyak 316 orang akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia per Februari 2024 pantas membuat ngeri. Jumlah yang disebutkan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Senin (25/3), dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IX DPR RI itu menandakan adanya kelemahan besar dalam pencegahan dan penanganan DBD.

Pertama yang sangat jelas ialah lonjakan tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data Kemenkes, pada periode Januari-Mei 2023 terdapat 35.694 kasus DBD di seluruh Indonesia dengan jumlah kematian 270 kasus. Adapun tahun ini, hingga Februari saja sudah ada 38.462 kasus. Tidak mengherankan bila jumlah korban jiwa tahun ini jauh lebih tinggi.

Di sejumlah wilayah dengan kasus kematian tinggi seperti Kabupaten Bandung Barat, daya tampung rumah sakit bahkan disebutkan mulai penuh. Pasien dari wilayah itu pun sampai dirujuk ke wilayah lain, seperti RSUD Cibabat Kota Cimahi, yang kemudian juga tidak lagi dapat menampung pasien.

Kondisi tersebut kontras dengan penyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan ketersediaan tempat tidur di rumah-rumah sakit masih sangat oke. Kalaupun Menkes benar, jelas ia memiliki PR besar dalam memperbaiki sistem rujukan atau referral.

Belajar dari pandemi covid-19, perbaikan segera sistem rujukan semestinya jadi prioritas Kemenkes di tengah kasus DBD yang menggila. Menkes tentunya paham betul bahwa kecepatan penanganan adalah kunci untuk mencegah nyawa melayang akibat DBD.

Tidak hanya itu, pencegahan menjadi hal krusial mengingat tren DBD yang mengganas di seluruh dunia. Sebagaimana laporan WHO, sejak 2010, DBD telah muncul di negara-negara yang sebelumnya steril, termasuk di Prancis dan Kroasia.

Para ahli merujuk El Nino sebagai biang keroknya. Curah hujan yang ekstrem dan sulit diprediksi membuat periode puncak DBD makin intens, dari yang sebelumnya sepuluh tahunan di era 1980-an dan 1990-an.

Kondisi kian buruk dengan meningkatnya permukiman urban, yang sistem drainasenya buruk. Akibatnya, genangan air sangat mudah timbul. Padahal, nyamuk Aedes aegypti hanya butuh satu sendok air untuk berkembang biak.

Sebab itu pula pakar-pakar DBD selalu mengingatkan bahwa penanggulangan DBD sesungguhnya kerja gotong royong. Tidak ada satu senjata saja untuk melawan DBD. Bahkan, penggunaan nyamuk wolbachia pun tidak bisa dijadikan silver bullet.

Belajar dari negara-negara yang awal menggunakan wolbachia, termasuk Singapura sejak 2016, memang belum ada penurunan signifikan. Pada 2020 tercatat 35.266 kasus DBD di Singapura, yang kemudian hanya turun menjadi 32.173 kasus di 2022.

Lambannya atau malah tidak signifikannya penggunaan wolbachia memang cenderung terjadi di daerah dengan populasi Aedes aegypti yang tinggi. Dengan begitu, nyamuk wolbachia pun sangat sulit mengimbangi populasi itu atau dibutuhkan pelepasan dengan jumlah yang sangat banyak.

Dengan demikian, cara-cara preventif yang telah lama kita kenal justru tidak boleh kendur, apalagi ditinggalkan. Masyarakat harus terus digiatkan melalukan 3M, yakni menguras, mengubur, dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Bahkan cara lama itu pun disebutkan lebih manjur ketimbang fogging yang dapat berisiko membuat nyamuk kebal.

Setelahnya, masyarakat tetap harus melindungi diri dari terkena gigitan dengan menggunakan krim repellent ataupun menggunakan pakaian tertutup. Untuk pencegahan lebih maksimal, masyarakat juga dapat menggunakan vaksin DBD.

Terakhir, masyarakat dan juga petugas kesehatan tingkat lokal harus sangat waspada dengan gejala-gejala DBD yang kerap tersamarkan atau menyerupai penyakit lain. Pemeriksaan menyeluruh harus makin diutamakan untuk mencegah perburukan kondisi yang sulit ditangani. Kita tidak boleh menyerah terhadap keadaan. Jangan biarkan korban terus bertumbangan.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.