Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Tergilas Harga Beras

01/3/2024 05:00

INDIKATOR Politik Indonesia merilis hasil survei turunnya popularitas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) akibat harga beras dan kebutuhan pokok lainnya yang melambung tinggi.

Dari 1.227 responden yang disurvei, kepuasan mereka atas kinerja pemerintah sebesar 76,6%. Masyarakat yang puas itu jumlahnya turun 2% daripada survei yang dilakukan beberapa hari jelang pemungutan suara pemilu pada 14 Februari 2024, yang saat itu kepuasannya mencapai 78,6%.

Penurunan rasa puas itu disebabkan kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras. Sebanyak 40,6% responden merasa kondisi ekonomi saat ini buruk atau sangat buruk.

Meski tingkat kepuasan masyarakat masih terbilang tinggi karena berada di kisaran 70%, yang menarik ialah turunnya jumlah orang yang puas itu terjadi hanya dalam beberapa pekan. Potensi penurunan kepuasan yang terus berlanjut tentu saja dapat terjadi jika harga beras dan berbagai kebutuhan pokoknya gagal direm pemerintah.

Apalagi, Ramadan sudah di depan mata yang biasanya dibarengi dengan kenaikan harga pangan secara bertahap dalam menyambut perayaan Lebaran.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras di Indonesia naik sejak awal 2024. Peningkatan harga terjadi pada beras kualitas premium ataupun medium.

Pada Januari 2024, rata-rata harga beras premium di tingkat pedagang eceran mencapai Rp15.110 per kilogram. Harganya naik 0,8% jika dibandingkan dengan harga Desember 2023 secara bulanan (mom) serta melonjak sekitar 15% ketimbang Januari 2023 secara tahunan (yoy). Badan pemerintah itu juga memperkirakan harga beras bisa naik lagi lantaran ada defisit produksi beras sekitar 4 juta ton sampai Maret 2024.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui pemerintah tengah mewaspadai kenaikan harga beras yang mencapai 7,7% secara year to date (ytd). Kewaspadaan perlu dilakukan karena kenaikan harga beras berpotensi menyumbang peningkatan inflasi terhadap kelompok harga bergejolak (volatile food).

Jelang Ramadan dan Lebaran, bukan cuma beras, pemerintah juga mewaspadai naiknya harga pangan lainnya, seperti bawang putih, cabai merah, daging ayam, dan telur ayam. Semua kebutuhan pokok itu seperti sudah tertradisi selalu naik pada saat Ramadan.

Pemerintah jelas tidak boleh bersikap pasif dengan berhenti di kata waspada saja. Pemerintah juga tidak bisa terus menyalahkan El Nino sehingga masa tanam mundur sebagai penyebabnya. Faktanya, meskipun sama-sama diterjang El Nino, sejumlah tetangga kita, yakni Thailand, Vietnam, dan Kamboja, surplus beras pada 2023.

Pemerintah seharusnya sudah mengambil langkah nyata agar harga beras bisa turun. Terlebih, fenomena alam El Nino yang terjadi pada 2023 sudah diprediksi secara akurat setahun sebelumnya oleh para ahli. Itu membuktikan kelemahan pemerintah membuat rencana dalam memitigasi masalah yang sudah terlihat di depan mata.

Gelontoran bantuan beras di berbagai daerah faktanya juga belum ampuh menurunkan harga. Apalagi, bantuan itu telah diterima jutaan keluarga penerima manfaat. Begitu pula dengan operasi pasar yang digelar pemerintah di sana-sini belum juga dapat menjinakkan harga beras. Padahal, operasi pasar itu selalu dipenuhi lautan manusia yang bahkan rela antre berjam-jam demi beras murah.

Pemerintah perlu diingatkan lagi bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juli 2023, ada 11,74 juta orang rumah tangga miskin perkotaan dengan rata-rata penghasilan Rp2,3 juta tiap bulan. Jumlah itu masih ditambah dengan jumlah penduduk miskin perdesaan yang mencapai 14,16 juta orang meski kelompok itu tak terlalu terdampak oleh tingginya harga pangan.

Jutaan orang yang masih berteriak soal tingginya harga pangan itu tentu saja mengganggu popularitas pemerintahan Jokowi yang akan berakhir pada Oktober 2024, tinggal beberapa bulan lagi. Masyarakat juga tak sudi jika pemerintahan berikutnya diwarisi tingginya harga beras.

Apa yang dikatakan Jokowi kepada media bahwa harga beras di Pasar Cipinang dan Pasar Johar sudah turun memang benar. Namun, itu terjadi karena dua tempat yang disebut ialah pasar induk. Faktanya, di warung-warung dekat rumah tangga membeli beras, harganya masih tinggi.

Karena itu, sudahilah pernyataan-pernyataan yang bernada penyangkalan. Buktikan saja bahwa harga beras yang sudah melambung selama tiga bulan ini segera bisa diatasi. Itu akan menjadi obat tersendiri daripada terus digilas karena tingginya harga beras.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.