Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Sikap tidak Netral kian Brutal

26/1/2024 21:00

PRINSIP pemilihan umum mesti berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil), semakin lama semakin tercederai. Prinsip luber dan jurdil tidak lagi dibumikan, malah disimpan rapat-rapat di bawah ketiak penguasa. Awan hitam ketidaknetralan penyelenggara negara sungguh membayangi Pemilu 2024.

Tidak lama setelah Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya boleh ikut berkampanye, muncul pernyataan dari Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin yang berpotensi mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak netral di pemilu. Dalam pernyataannya yang dilansir sejumlah media massa, Bahtiar membolehkan ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri kampanye.

Menurut Bahtiar, ASN adalah warga negara yang memiliki hak politik untuk memilih calon anggota legislatif dan pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Ia lalu menyitir UU Pemilu yang ia klaim membolehkan ASN menghadiri kampanye sepanjang tidak menggunakan atribut dan tidak mengartikulasikan dukungan tersebut lewat gerak-gerik atau melalui simbol tertentu.

Bahtiar yang masih menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri seperti tidak menghitung risiko atas ucapannya tersebut. Ucapannya sangat bisa ditafsirkan oleh para bawahannya untuk aktif dalam kegiatan kampanye atau bahkan untuk tidak netral. Padahal, sudah banyak aturan mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, hingga surat keputusan bersama, yang mewajibkan ASN bersikap netral dan tidak memihak. 

Itu semua terjadi ibarat pepatah guru kencing berdiri murid kencing berlari. Apa yang diucapkan Presiden Jokowi kini diamplifikasi jajaran pemerintah di bawahnya. Sejauh ini, memang baru Bahtiar yang tercatat mengucapkan hal tersebut. Bukan tidak mungkin ada penjabat kepala daerah yang diam-diam sudah menyuarakan hal serupa, namun belum tersiar di media massa.

Kita mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), baik pusat maupun daerah, harus segera bersikap. Ini harus menjadi alarm kencang agar Bawaslu meningkatkan pengawasan terhadap netralitas ASN ke level paling tinggi. Bila mengacu data Pemilu 2019, terdapat 999 penanganan pelanggaran terkait dengan netralitas ASN. Sebesar 89% di antaranya diteruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk ditindaklanjuti. 

Dengan sikap tidak netral yang semakin brutal seperti sekarang ini, sangatlah masuk akal jika potensi pelanggarannya menjadi semakin besar. Bawaslu jangan tutup mata dan harus betul-betul siaga manakala ketidaknetralan Jokowi perlahan-lahan dicontoh para aparat di bawahnya. Jangan pula Bawaslu menjadi macan ompong, kelihatannya garang dan menakutkan, tapi ternyata tidak bisa mengigit. 

Untuk membuktikan Bawaslu punya nyali, kita mendorong agar lembaga yang dipimpin Rahmat Bagja, itu segera memanggil dan memeriksa Presiden Jokowi. Biar semua terbuka secara transparan dan terang benderang soal pernyataan presiden boleh berkampanye dan memihak. Publik sudah jengah dengan sikap yang abu-abu seperti sekarang ini. Biarlah yang hitam dikatakan hitam dan putih dikatakan putih karena kebenaran tidak pernah mendua.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.