Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Pilpres Dua Putaran Fakta Demokrasi

23/1/2024 05:00

BELAKANGAN kian ramai wacana apakah pemilihan presiden (pilpres) akan berlangsung satu atau dua putaran. Jika melihat fakta-fakta terkini, terutama dari mayoritas lembaga survei, hampir pasti pilpres akan berlangsung dalam dua putaran. Pasalnya, sejauh ini tidak ada satu pun pasangan kandidat yang elektabilitasnya menurut lembaga survei terkemuka mencapai lebih dari 50%.

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 1-7 Januari 2024, misalnya, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran stagnan di kisaran 46-47%, dengan angka terbaru menunjukkan 46,7%. Sementara itu, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mengalami kenaikan signifikan menjadi 26,9%. Adapun elektabilitas Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berada di angka 20,6%.

Hasil yang kurang lebih sama juga tergambar dari hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 1-7 Januari 2024. Berdasarkan survei itu, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran sebesar 42,3%. Anies-Muhaimin mengikuti di posisi kedua dengan 34,5%, sedangkan posisi terakhir ditempati pasangan Ganjar-Mahfud MD dengan perolehan suara sebesar 21,5%.

Dari data ini, sulit rasanya pilpres akan berlangsung satu putaran. Apalagi, tiap-tiap kandidat punya basis pemilih kuat, yang sukar untuk mengubah banyak peta persaingan, seperti yang tergambar dari hasil berbagai lembaga survei. Artinya, persaingan masih terbuka sebagai sebuah kompetisi. Sudah semestinya kontestasi ini berlangsung fair, diwarnai adu gagasan, bukan sekadar gimik atau memoles hasil statistik.

Pilpres dua putaran bukanlah sesuatu yang tabu. Selain dari hasil survei di atas, opsi itu juga dimungkinkan berdasarkan konstitusi. Pasal 6A ayat (3) UUD 1945 menyebutkan, penentuan terpilihnya seorang presiden dan wakil presiden memerlukan perolehan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia. Itu artinya, selama angka itu belum tercapai, pilpres bakal berlangsung dua putaran.

Untuk negara sebesar dan seluas Indonesia, ongkos pemilu memang sangat mahal dari sisi ekonomi. Namun, inilah ongkos yang berapa pun mahalnya harus dibayar oleh bangsa ini demi tercapainya dan terpeliharanya negara demokratis. Pemilu dan demokrasi itu ibarat sekeping mata uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena melalui pemilu yang jujur, adil, bebas, dan bersih itulah antara lain demokrasi ditegakkan.

Melalui pemilu, berbagai pilihan, baik ide maupun orang, ditampilkan dan dipertandingkan di hadapan rakyat. Lalu, rakyat dengan bebas mengambil keputusan yang menentukan bagi hidupnya sebagai warga negara ataupun jalannya negara untuk lima tahun ke depan. Jika pemilu dua putaran, selain dapat lebih menegasikan potensi kecurangan, hasilnya juga akan lebih egitimate dan lebih demokratis. Narasi dua putaran juga lebih rasional dan menjamin partisipasi yang lebih luas. Ini tentunya sehat bagi demokrasi.

Hari pencoblosan yang akan berlangsung kurang dari satu bulan lagi, memberi kesempatan dan peluang bagi masyarakat untuk mulai menentukan pilihan. Suara mereka, sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, akan amat menentukan arah perjalanan bangsa ini ke depan. Oleh karena itu, partisipasi mereka dalam kontestasi ini amat diperlukan. Bukan semata mencoblos di bilik suara, tapi ikut mengawal pelaksanaan pesta demokrasi ini agar berjalan jujur dan adil. Jangan biarkan mereka yang haus kuasa secara benderang menghalalkan segala cara, termasuk dengan merekayasa angka dan fakta, serta memaksakan pilpres satu putaran.

Narasi pilpres satu putaran yang dipaksakan bisa menjadi pintu masuk praktik-praktik culas dan kecurangan. Bila narasi itu terus-menerus didengungkan, padahal kehendak rakyat yang tecermin dari hasil survei  menunjukkan dua putaran, akan menggerus legitimasi demokrasi. Maka, memaksakan narasi satu putaran sama dengan membuat noda demokrasi.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.