Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Perlawanan Kaum Muda

22/1/2024 05:00

BABAK baru konstelasi dukungan terhadap capres bermunculan kurang dari sebulan menjelang pesta demokrasi 14 Februari. Penghentian paksa videotron calon presiden Anies Baswedan di Jakarta dan Bekasi yang dipasang anak-anak muda pengemar K-pop menjadi pemantiknya. Penghentian paksa penayangan video elektronik itu bukannya membuat ciut nyali, tetapi justru menumbuhkan perlawanan dalam bentuk partisipasi yang meluas.

Mereka kembali memasang videotron di sejumlah daerah, seperti Banda Aceh, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Gorontalo, dan Sangatta, Kalimantan Timur. Videotron yang dipasang di wilayah-wilayah strategis itu pun menyedot perhatian publik. Ibarat mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti.

Hebatnya lagi, biaya pemasangan video elektronik itu mereka sangga sendiri secara urunan. Di sejumlah platform media sosial, mereka mengajak para simpatisan untuk berpartisipasi melalui donasi. Hasil donasi itulah yang digunakan untuk membiayai penayangan videotron tersebut.

Dari sederet videotron itu, publik pun bisa mengetahui pesan yang disampaikan. Kreasi seni dan semangat anak muda pendukung capres 01 yang tergabung dalam Aniesbubble atau Humanies ini menyampaikan pesan yang jelas bahwa segala bentuk hadangan, intimidasi, ataupun teror tidak menghentikan tekad mereka. Mereka pantang mundur dan rela berkorban urunan membuat videotron dan karya-karya sejenis di media digital.

Penghentian paksa videotron Anies di Jakarta dan Bekasi juga justru kian ramai diperbincangkan di media arus utama dan media sosial. Perbincangan itu sebagian besar berisi penolakan dan perlawanan anak muda atas segala bentuk represi, pengekangan, maupun intimidasi.

Alhasil, anak-anak muda makin terkonsolidasi dan semangat mereka berkobar untuk memenangkan paslon yang didukung.

Tidak hanya videotron, perlawanan komunitas muda ini bahkan melebar dalam bentuk urunan di jagat X untuk membuat truk LED di Jakarta dan sejumlah kota di Tanah Air. Video elektronik bergerak itu diangkut menggunakan truk, berkeliling kota, untuk menyampaikan pesan-pesan visi dan misi paslon 01.

Dari kasus penjegalan videotron Anies di Jakarta dan Bekasi, anak-anak muda menjadi tahu ada praktik lancung perpolitikan di Tanah Air yang berambisi memenangkan paslon tertentu. Paslon ini didukung seluruh elemen pemerintahan dan kekuasaan.

Mereka menjadi tahu bahwa tidak mudah menegakkan demokrasi dengan bersendikan etika dan hukum. Mereka, anak-anak muda itu, merasakan sendiri bagaimana kekuasaan didayagunakan amat eksesif untuk memenangkan calon tertentu, termasuk dengan cara menghambat kreativitas yang menjadi ciri khas mereka.

Dari pengekangan, hambatan, bahkan penjegalan itu, kini justru bertumbuhan politik partisipatoris. Anak-anak muda itu menyampaikan pesan penting kepada siapa saja, terutama penyelenggara negara, bahwa satu langkah bisa saja dikebiri, tetapi spirit mereka tetap hidup. Mereka menunjukkan praktik sejati dari demokrasi, yakni partisipasi asli, bukan seolah-olah partisipasi padahal sesungguhnya mobilisasi.

Cita-cita para pendiri bangsa menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi ialah demi memajukan kesejahteraan umum dan mewujudkan negara adil dan makmur. Demokrasi seharusnya menjiwai proses-proses pengambilan kebijakan, tidak hanya di bidang politik, tetapi juga di bidang ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan lain-lain.

Kehadiran anak-anak muda pendukung Anies bak oase di tengah merebaknya budaya politik mobilisasi dan cara-cara culas yang dipertontonkan elite yang tamak kekuasaan. Kehadiran mereka menepis anggapan bahwa anak muda apatis terhadap politik. Anak-anak muda itu menepis stigma bahwa mereka asyik dengan dunia mereka sendiri.

Kepedulian mereka dalam memilih pemimpin negeri ini menunjukkan politik partisipatoris yang menggembirakan. Mereka adalah pemilik 52% suara dalam pilpres.

Sejarah pergerakan Indonesia adalah sejarah anak muda. Mulai dari Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Natsir, Syahrir, dan sebagainya. Mereka tidak pernah mundur sejengkal pun melawan koloanialisme.

Begitu pun kemerdekaan Indonesia, tidak akan tercapai dalam waktu cepat jika anak muda Sukarni Kartodiwirjo dan Chairul Saleh lamban bergerak untuk memaksa Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI.

Perlawanan anak muda terhadap kecurangan, tekanan, dan teror dalam pilpres akan menggelinding terus seperti bola salju. Strategi kampanye Desak Anies dan berkomunikasi via aplikasi media sosial mampu menyasar generasi Z dan milenial, membangunkan kesadaran bahwa di tangan merekalah nasib bangsa ini ke depan dipertaruhkan.

Anak muda punya energi dan daya pikir kritis sehingga mereka bisa menentukan sikap politik yang waras, bukan membebek karena terbius politik gimik. Anak muda berperan tanpa perlu baperan. Mereka menolak mobilisasi dan memilih partisipasi asli.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.