Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jangan Tutupi Aib Lingkungan

20/1/2024 05:00

KETERBUKAAN menjadi keniscayaan dalam era demokrasi. Dengan keterbukaan, publik bisa memberi penilaian terhadap kandidat yang berkompetisi.

Dengan keterbukaan, masyarakat dapat melihat kualitas, kapasitas, ataupun rekam kerja para calon. Dengan beragam pertimbangan latar belakang kandidat, rakyat bisa secara rasional memilih kandidat terbaik atau setidaknya mencegah yang terburuk untuk berkuasa.

Dengan semangat itu, debat menjelang hari pemungutan suara menjadi momentum krusial. Di satu sisi, debat menjadi forum pemenuhan hak informasi bagi publik. Di sisi lain, momentum itu dapat menjadi ajang bagi para kandidat untuk menampilkan visi-misi serta kelebihan jika dibandingkan dengan kompetitor mereka.

Menjadi alamiah bila dalam debat juga mempertontonkan kekurangan dari visi dan misi yang dijual para kandidat. Dalam debat juga bisa menjadi ajang resmi yang membuka cela dan celah dari program kerja para calon. Sebab, bisa jadi ada program kerja yang ditawarkan ternyata realistis dan berbasis rekam karya. Namun, bisa juga ada yang ternyata hanya halu dan angan-angan.

Pada Minggu (21/1), Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar debat kandidat. Kali ini, kembali menghadirkan tiga calon wakil presiden, yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, serta Mahfud MD.

Mereka akan mengadu visi, misi, dan program kerja terkait tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, serta masyarakat adat dan desa.

Publik berharap debat kali ini tidak menjadi ajang cerdas cermat, yakni kandidat akan ditanyakan seputar kepanjangan dari sebuah akronim semata.

Rakyat pemilih tentu berharap dapat melengkapi pengetahuan tentang isi kepala para calon tentang tema tersebut. Publik menantikan keberpihakan para kandidat terhadap isu perusakan lingkungan hidup dari berbagai kebijakan yang telah terjadi.

Pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024, isu lingkungan menjadi arena kontestasi politik yang menarik perhatian. Citra Menteri Pertahanan  Prabowo Subianto, pasangan Gibran, di sektor lingkungan tak mentereng. Gibran, dalam debat esok, berpeluang ditanya terkait kebijakan food estate  yang digagas Prabowo.

Puluhan ribu hektare kawasan hutan di Kalimantan Tengah telah dibabat. Akan tetapi, seperti dirilis pegiat lingkungan hidup Greenpeace, proyek yang ditangani Kementerian Pertahanan itu gagal menciptakan lahan singkong. Yang terjadi, proyek itu justru berperan melepas emisi karbon yang menyebabkan krisis iklim.

Di lain sisi, Mahfud MD belum pula bisa tenang-tenang saja karena pasangan dia, Ganjar Pranowo, juga punya reputasi kurang sedap di isu lingkungan. Selama masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar dihadapkan pada sederet konflik agraria, yaitu konflik lahan pabrik semen di Kendeng, pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, hingga PLTU Batang Kedeng.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pernah mengkritik komitmen Ganjar terhadap usaha pelestarian lingkungan serta keberlangsungan hidup masyarakat. Ganjar dianggap lebih mementingkan kepentingan para investor.

Akan menarik apabila dalam debat nanti, Mahfud ataupun Gibran saling mempertanyakan dan mengklarifikasi perihal persoalan yang melilit calon presiden mereka masing-masing.

Jangan sampai dengan dalih menjaga ketenteraman, mereka justru bersepakat untuk menutupi persoalan dengan harapan masyarakat melupakan kasus-kasus tersebut.

Masyarakat sudah jenuh menonton dinamika pemilu yang disesaki drama ketidaknetralan, cawe-cawe, politisasi bansos, hingga kisah intimidasi. Dengan debat terbuka dan tanpa rikuh, masyarakat bisa mengakses pengetahuan dan keberpihakan atas calon pemimpin mereka.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.