Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Membuka Celah Manipulasi Suara

19/1/2024 21:00

REKAPITULASI suara selama ini menjadi salah satu titik kecurangan dalam proses pemilihan umum. Gugatan sengketa hasil pemilu selalu diwarnai oleh kasus manipulasi hasil penghitungan suara, mulai dari modus pencurian suara, jual beli suara, hingga manipulasi dokumen.

Pasalnya, proses rekapitulasi suara yang panjang dan masih manual membuat ruang transaksional kerap terjadi. Selama ini, manipulasi dan perubahan hasil suara banyak terjadi saat pergerakan suara dari TPS menuju lokasi rekapitulasi di kecamatan.

Pemilu kali ini, potensi karut-marut penghitungan suara dalam pemilihan umum 2024 bakal semakin terbuka lebar setelah munculnya kata 'dapat' dalam beleid terkait tata urutan penghitungan suara. Tambahan kata 'dapat' itu menjadikan  urutan penghitungan bisa dimulai dari pilpres, bisa juga tidak. Padahal, pada aturan pemilu sebelumnya, kata 'dapat' tidak ada.

Munculnya kata 'dapat' dalam Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan Suara itu menjadikan urutan penghitungan surat suara bersifat tidak imperatif. Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) bisa saja tidak memulai penghitungan suara dimulai dengan pilpres.

Dalam Pasal 52 ayat (2) PKPU Nomor 25/2023 dinyatakan bahwa penghitungan suara dapat dilakukan secara berurutan dimulai dari surat suara: a. Presiden dan Wakil Presiden; b. DPR; c. DPD; d. DPRD Provinsi; dan e. DPRD Kabupaten/Kota.

Untuk mengantisipasi tidak seragamnya urutan penghitungan suara itu perlu adanya tata cara, prosedur, dan mekanisme kerja yang terstandar dan terukur dari KPU untuk mengatur tegas urutan penghitungan surat suara. 

Bahkan, kalaupun ada pengecualian surat suara dihitung tidak berurut dari pemilu presiden dan wakil presiden, juga harus diatur dengan jelas, tegas, dan tidak multitafsir. Dengan adanya norma yang jelas, ruang potensi kecurangan dapat ditutup.

Pasalnya, tanpa aturan yang rigid, akan membuat progres penghitungan di setiap daerah tidak akan seragam dan selaras. Belum lagi potensi terjadinya rekayasa atau pengondisian yang bersifat transaksional karena kepentingan pragmatis tertentu yang ingin hasil suara pemilihan tertentu dihitung lebih dulu.

Selain itu, kalaù sampai tidak dimulai dari surat suara pilpres, maka surat suara itu bisa bermalam dan menunggu keesokan hari yang juga akan membuat potensi manipulasi dalam proses rekapitulasi.

Apalagi, penghitungan surat suara diurutkan dari pemilu presiden dan wakil presiden, karena dinantikan oleh banyak masyarakat, termasuk lembaga survei yang menghitung proses quick count. 

KPU mesti merespons kekhawatiran ini dengan segera mengeluarkan panduan yang rigid tentang penghitungan surat suara. Di tengah sorotan terhadap kredibilitas penyelenggaran pesta demokrasi yang diselimuti berbagai isu ketidaknetralan dan kecurangan, lubang-lubang potensi kecurangan mesti diantisipasi agar tidak memunculkan gejolak di publik.

Untuk itulah, publik perlu untuk mengawasi jalannya rekapitulasi. Laporkan jika terjadi upaya-upaya memanipulasi pilihan rakyat. Dan, bagi peserta pemilu, baik itu tim pemenangan capres/cawapres serta partai politik bersama para calon legislatifnya perlu memperkuat saksi. 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.