Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Sebar Kegembiraan, bukan Ketakutan

12/1/2024 21:00

BERKAMPANYE sambil menebar ketakutan kepada rakyat ialah seburuk-buruknya cara untuk meraih kemenangan. Dikatakan buruk karena sejatinya demokrasi berkualitas membutuhkan kampanye berisi ide, konsep, dan gagasan yang jernih dalam menyelesaikan beragam persoalan bangsa. 

Hari-hari belakangan ini berbagai narasi kampanye malah banyak diisi dengan pernyataan bahwa kalau tidak pilih pasangan nomor urut 2, bantuan sosial (bansos) akan berhenti. Ini jelas narasi sesat dan menyesatkan. Bansos itu hak rakyat. Sumbernya pun berasal dari pajak. Dan, pajak berasal dari kantong rakyat. Karena itu, bansos jangan dipolitisasi dengan narasi yang manipulatif, jauh dari kebenaran, hanya untuk memuaskan hasrat kekuasaan.

Bansos merupakan salah satu instrumen yang dijalankan pemerintah untuk memenuhi amanat Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945. Konstitusi mengamanatkan penyelenggara negara untuk memelihara fakir miskin dan anak telantar. Siapa pun pasangan yang kelak terpilih, sekalian bukan representasi penguasa saat ini, sudah pasti menjalankan instrumen tersebut. 

Narasi penghapusan bansos hanyalah satu contoh. Masih banyak lagi deretan narasi ketakutan yang ditebar ke masyarakat manakala pasangan 02 tidak terpilih. Untuk itu, sudah saatnya untuk berbaris maju dan mengatakan bahwa berkampanye dengan menebarkan ketakutan harus dihentikan. 

Masa kampanye yang tinggal 30 hari harus kembali diisi dengan ajakan menyambut pemilu secara riang gembira, bebas dari rasa takut. Publik membutuhkan inspirasi, bukan intimidasi. Keriangan pantang memudar apalagi sampai bersalin rupa menjadi kecemasan di tengah suhu politik yang kian memanas.

Mari bersama-sama mendorong kampanye yang merawat demokrasi. Kita memilih demokrasi alih-alih monarki apalagi oligarki karena sistem ini paling memungkinkan negara berjalan dan bekerja sebagai organisasi kekuasaan yang bertujuan melindungi, menghormati, dan memajukan hak asasi manusia. Dan, di dalam demokrasi, ada cara mengoreksi yang memuat tanggung jawab penyelenggara negara kepada rakyatnya. 

Kita juga menyuarakan pentingnya kampanye berdasarkan pada ide agar calon pemilih menjadi subjek dalam demokrasi. Mereka harus mendapatkan informasi yang lebih substansial, sehingga mampu membuat keputusan berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang rencana dan tujuan calon pemimpin.

Indonesia seharusnya melompat lebih jauh dalam hal berkampanye. Bangsa ini hampir 25 tahun menggelar pemilu sejak rezim otoriter Orde Baru runtuh. Tapi apa mau dikata, jalan menuju demokrasi substansial rupanya berkelok dan mendaki serta penuh onak-duri. Persoalan dari masa silam masih terbawa, kampanye bukan dianggap sebagai kehendak untuk mencerdaskan rakyat. 

Mau tidak mau pentingnya kampanye berkualitas harus terus digaungkan agar kita tidak terjebak pada demokrasi prosedural yang hanya memastikan kelancaran proses formal, tetapi abai terhadap substansi seperti kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat. Mari berpemilu dengan riang gembira sekaligus menghadirkan pencerahan terhadap masyarakat. Demokrasi kita tidak boleh berada di titik balik. 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.