Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Membersihkan Sapu Kotor KPK

12/1/2024 05:00

SETELAH merekomendasikan pemberhentian Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir Desember 2023 lalu, Dewan Pengawas KPK berencana menyidangkan 93 pegawai lembaga antirasuah tersebut karena diduga melakukan pelanggaran etik. Menurut anggota Dewas KPK Albertina Ho, ke-93 pegawai KPK itu diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan (Rutan) KPK senilai lebih dari Rp4 miliar. Jumlah yang cukup besar untuk kegiatan pungli di sebuah rumah tahanan.

Dugaan pungli di rutan tersebut berlangsung sejak Desember 2021 hingga Maret 2023. Transaksi pungli itu diduga terkait dengan penyelundupan uang dan alat komunikasi untuk tahanan kasus korupsi atau terindikasi suap, gratifikasi, serta pemerasan. Termasuk pemberian makanan dari keluarga tersangka korupsi, bebas dari tugas membersihkan toilet, hingga perbuatan asusila terhadap istri tahanan.

Pada hari yang sama, Dewas KPK juga menyebutkan ada dua pemimpin KPK terkait pelanggaran etik dalam kasus pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dewas belum mau mengungkapkan nama kedua pemimpin yang ikut serta dalam kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Firli tersebut karena masih dalam tahap pemeriksaan awal.

Di satu sisi, publik perlu mengapresiasi langkah yang dilakukan Dewas KPK untuk membersihkan lembaga yang didirikan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut. Walaupun agak terlambat dan itu pun atas desakan publik, KPK mau menindaklanjuti laporan pelanggaran etik yang sudah masuk sejak pertengahan 2023 tersebut.

Namun, di sisi lain, situasi ini menunjukkan kinerja lembaga antirasuah itu sudah berada di titik terendah, terutama saat diketuai Firli Bahuri, jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Alih-alih bertindak sebagai garda terdepan dalam memberantas korupsi, para pemimpin dan pegawainya justru menyalahgunakan wewenang yang diberikan negara kepada mereka dengan melanggar pidana dan etik.

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Zaenur Rohman pernah menemukan fakta bahwa persoalan utama dari berbagai pelanggaran pidana dan etika yang terjadi di KPK ialah akibat tidak adanya keteladanan dari pimpinan. Ketika pimpinan KPK tidak memiliki standar integritas tinggi, bahkan melakukan pelanggaran, pengawasan di internal lembaga itu pun menjadi lemah.

Yang membuat miris, ada kecenderungan pimpinan lembaga antirasuah dijadikan alat oleh rezim penguasa untuk menjatuhkan lawan politik yang berseberangan dengan pemerintah. Termasuk menggunakan aksi penangkapan tersangka koruptor sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari kasus hukum yang lebih besar.

Dengan kondisi tersebut, maka sangat layak Transparency International Indonesia (TII) mengganjar angka 34 dalam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2022. Angka IPK itu terendah sejak 1995.

Kini publik tentunya menunggu hasil persidangan Dewas KPK mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan pimpinan maupun para pegawai KPK tersebut. Segera pecat dan ganti semua pihak yang terlibat dalam berbagai aksi pungli maupun pemerasan terhadap para tersangka kasus korupsi. Lalu, lakukan proses rekrutmen pimpinan dan pegawai KPK yang lebih transparan serta mendengarkan publik, bukan aspirasi penguasa.

Aparat penegak hukum pun harus memproses pidana pihak-pihak yang terbukti melakukan pemerasan dan pungli tersebut tanpa pandang bulu. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap KPK sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi di lndonesia bisa kembali pulih.

Jangan sampai KPK yang dibentuk untuk memberantas korupsi, justru melanggengkan perilaku korup di institusi sendiri. Tidak mungkin membersihkan lantai kotor dengan sapu yang kotor.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.