Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Pelanggaran Pemilu kian Telanjang

04/1/2024 21:00

PEMILU yang demokratis, jujur, dan adil hanya akan jadi angan-angan ketika yang mendominasi proses dan tahapan pemilu itu justru pelanggaran dan kecurangan yang dipampang di hadapan publik tanpa malu dan risih. Ironisnya, tanda-tanda itu kian terlihat hari-hari ini, di saat pelaksanaan Pemilu 2024 hanya tersisa kurang dari 40 hari lagi.

Alih-alih disuguhi lebih banyak model kampanye yang substantif dan berkualitas, di masa kampanye ini publik malah semakin banyak dijejali dengan fakta pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan secara masif sekaligus terang-terangan. Tidak ada rasa sungkan atau takut, pelanggaran kian telanjang dipertontonkan.

Lebih memilukan lagi, pelanggaran itu dilakukan 'lintas-strata'. Dari tingkat bawah hingga elite. Contohnya berderet. Di level bawah, misalnya, belasan pegawai diduga Satpol PP Garut, Jawa Barat, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja Nusantara menyatakan dukungan kepada cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka.

Satu tingkat lebih tinggi, ada acara Desa Bersatu yang digelar para kepala desa Apdesi, yang juga nyata-nyata memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran. Naik lagi, beberapa waktu lalu terungkap dugaan adanya pakta integritas Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso dan Kepala Badan Intelijen Daerah untuk memenangkan capres Ganjar Pranowo.

Jangan lupa, di level yang lebih tinggi ada juga Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang beberapa kali diduga menggadaikan netralitasnya sebagai pejabat negara demi mendukung Prabowo-Gibran.

Semakin masifnya pelanggaran yang dilakukan tanpa malu-malu itu, terutama yang melibatkan aparat negara, kiranya mengonfirmasi pandangan bahwa hulu persoalan ini bermula dari pucuk pemimpin negara yang gagal menjaga muruah dan netralitasnya.

Karena presiden sedari awal getol cawe-cawe dalam urusan sokong menyokong terkait pemilu, aparat di bawahnya pun merasa mendapat 'kekuatan moral' untuk melakukan hal yang sama. Lantaran presidennya kerap mengintervensi, petugas di lapangan pun tak ragu melakukan pelanggaran atau kecurangan.

Ibarat air, pelanggaran berhulu di atas, mengalir dan bermuara ke bawah. Masif dan sistemis. Di sisi lain, akibat ketidaknetralannya, penguasa pada akhirnya terkesan membiarkan aparat negara terlibat karena ada kepentingan politik yang mesti mereka jaga.

Pun dalam penangannya, ketidaksetaraan perlakuan sangat jelas terlihat. Jika pelanggaran dan kecurangan itu menguntungkan kelompok penguasa, alih-alih ditindak malah dibiarkan. Sebaliknya, bila pelanggaran diduga dilakukan oleh kelompok yang berseberangan, tindak lanjutnya amat cepat dan sigap.

Kalau sudah begini, sulit pula kita berharap pada kepolisian, Bawaslu, maupun Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Dalam beberapa perkara, mereka seperti macan ompong. Bahkan ketika muncul rencana pembentukan Sentra Pemilu Curang yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD, publik pun masih skeptis.

Apakah lembaga itu nanti betul-betul dibentuk sebagai kekuatan baru demi melindungi pemilu dari kecurangan dan pelanggaran dalam bentuk apapun? Atau, lagi-lagi, ini sekadar gimik dan hanya jadi alat kekuasaan?

Kalau demokrasi ingin benar-benar hidup di negeri ini, mestinya tidak ada lagi keraguan untuk menindak yang curang dan memberi sanksi yang  mestinya netral, tapi malah cawe-cawe. Kecuali memang negeri ini ingin mengubur lagi demokrasi. Kita jelas menolak itu.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal