Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jangan Biarkan Rakyat Mantab

04/1/2024 05:00

BADAN Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan data inflasi Desember 2023 yang mencapai 0,41% secara bulanan dan 2,61% secara tahunan. Inflasi itu disambut positif oleh pemerintah karena masih dalam rentang target yang dipatok Bank Indonesia (BI) di kisaran 2%-4%.

Rendahnya inflasi itu juga diikuti terus turunnya inflasi inti yang terjadi sejak awal tahun. BPS berpandangan, daya beli masyarakat terjaga. Benarkah demikian?

Dalam beberapa bulan jelang tutup tahun, hasil kajian sejumlah lembaga riset menyebut daya beli masyarakat sudah terganggu, bahkan sejak awal 2023. Inflasi yang terjaga sepanjang tahun, lebih disebabkan oleh upaya keras pemerintah menjaga flukutasi harga barang dengan menggelontorkan berbagai program subsidi dan bantuan langsung tunai (BLT) di sana-sini.

Namun, semua bantuan pemerintah itu tidak satu pun ditujukan bagi kelompok masyarakat menengah-bawah. Bantuan itu difokuskan ke masyarakat rentan yang selama ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Kelompok menengah-bawah ini yang sepertinya luput dari perhatian pemerintah. Padahal kelompok menengah-bawah yang mayoritas di negeri ini dipaksa berjuang sendiri menghadapi tekanan ekonomi yang sudah berlangsung sejak pandemi covid-19 pada 2020.

Survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2023 yang diumumkan BI menunjukkan penurunan menjadi 123,6 dari bulan sebelumnya yang tercatat 124,3. Survei konsumen BI juga menunjukkan rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang disimpan menurun, dari 15,7% pada Oktober 2023 menjadi 15,4% pada November 2023.

Begitu pula dengan proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi yang juga turut mengalami penurunan, dari 75,6% pada Oktober 2023 menjadi 75,3% pada November 2023.

Hal itu berbanding terbalik dengan proporsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang yang justru meningkat, dari 8,8% pada Oktober 2023 menjadi 9,3% pada November 2023.

Mandiri Spending Index (MSI) yang dikeluarkan Bank Mandiri pada akhir 2023 mencatat tingkat pengeluaran masyarakat kelas bawah meningkat drastis, tetapi tingkat tabungan dibanding 2022 mengalami penurunan.

Hal itu menunjukkan masyarakat mulai menggunakan simpanan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Sedikit demi sedikit, hasil tabungan digerus karena harga-harga barang terus naik, sedangkan pendapatan mereka tidak naik. Para ekonom menyebut fenomena makan tabungan sudah terjadi sejak April 2023. Dalam bahasa gaulnya, istilah 'makan tabungan' disingkat menjadi mantab, sebuah pelesetan dari kata mantap.

Kelompok menengah ke bawah merupakan kelompok yang paling terdampak dalam fenomena itu saat ini, di tengah meningkatnya pengeluaran dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Fenomena itu kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga sepanjang tahun ini karena investasi yang juga diprediksi melambat. Maklum, para investor masih menunggu semua proses pemilu tuntas di tahun politik ini. Alhasil, perbaikan pendapatan atau tumbuhnya lapangan pekerjaan baru belum bisa diharapkan terjadi di tahun ini.

Ya, berjuang menjalani hidup dengan makan tabungan masih akan terus berlanjut di tahun ini. Jika tabungan masih ada, hal itu tentu tak jadi soal. Tapi bagaimana jika tiap bulan tabungan terus menipis dan bahkan akhirnya nol?

Situasi ini yang akan menyeret masyarakat masuk ke jeratan lembaga pembiayaan, termasuk pinjaman online (pinjol). Pinjol dengan terobosannya yang bisa menghadirkan pinjaman dalam hitungan jam akan dianggap menjadi dewa penolong.

Sah-sah saja memang, tapi masyarakat sudah harus paham sejak dini akan konsekuensinya karena bunga pinjol lebih tinggi daripada pinjaman kovensional. Jangan sampai gali lubang-tutup lubang jadi upaya bertahan hidup.

Meminjam sejatinya untuk hal-hal produktif. Tapi apa daya, sekadar mengamankan kebutuhan pokok saja sulit, apalagi menggunakan uang untuk tujuan produktif. Negara tidak boleh silau atas statistik moncer di atas kertas semata. Negara mesti memikirkan semua lapisan rakyatnya. Itulah yang disebut memajukan kesejahteraan umum.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.