Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Pantang Ragu Pengawas Pemilu

03/1/2024 21:00

PEMILU sebagai kenduri rakyat akan terasa hambar manakala lembaga pengawas tidak tegas dalam bertugas dan lemah dalam menjaga muruah perayaan demokrasi. Pesta lima tahun  yang seharusnya berlangsung penuh keceriaan malah menjadi momen kebangsaan nan muram, nirkualitas.  

Tanda-tandanya sudah mulai tampak ketika Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI abai terhadap berbagai laporan kecurangan yang diduga dilakukan oleh kelompok kontestan yang dekat dengan penguasa. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak empat laporan dugaan pelanggaran oleh calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Perdagangan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ditolak oleh Bawaslu RI.

Penolakan itu tentu mengundang tanda tanya karena berbanding terbalik dengan laporan-laporan lain. Bawaslu yang dipimpin Rahmat Bagja mampu bergerak cepat menangani pelaporan terhadap calon wakil presiden Muhaimin Iskandar saat melantunkan pantun pada acara pengambilan nomor urut. Saksi yang dihadirkan hanya satu orang yang melihat dari tayangan melalui YouTube, bukan saksi yang melihat, mendengar, dan menyaksikan secara langsung kejadian tersebut.

Sulit untuk tidak mengatakan bahwa Bawaslu sedang menerapkan standar ganda. Sukar untuk tidak mendalilkan bahwa perilaku diskriminatif seperti itu hanya akan memburamkan pesta demokrasi yang seharusnya menjadi momen kebangsaan dan partisipasi aktif warga negara di mana rakyat memiliki peran sentral dalam menentukan pemimpin dan arah pemerintahan.  

Karena itu, kita mengapresiasi somasi yang dilayangkan oleh sejumlah pengacara yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yusuf. LBH Yusuf menyomasi Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja karena tidak menindaklanjuti empat laporan pelanggaran Pemilu 2024 yang diduga dilakukan Gibran dan Zulkifli Hasan. Sejumlah kasus pelanggaran yang seharusnya dapat ditindaklanjuti, nyatanya tidak berbuah tindakan.

Somasi tersebut menunjukkan upaya untuk mempertahankan transparansi, integritas, dan keadilan dalam proses pemilu. Amatlah penting untuk mendorong lembaga pengawas agar bertindak konsisten dan tidak lemah dalam penindakan untuk memastikan pemilu berlangsung dengan adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Jangan ragu bertindak terhadap kontestan manapun termasuk yang dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Somasi ini barulah teguran awal yang jika diabaikan bisa memunculkan peringatan lebih keras dan tegas. Ketika semuanya diabaikan oleh Bawaslu RI bukan tidak mungkin ranah hukum yang nantinya dikedepankan.

Tidak boleh ada perlakuan berbeda dalam pemilu. Semua mesti setara. Ini negara hukum, negara demokrasi, bukan negara kekuasaan. Dengan menegakkan kesetaraan, pemilu yang jurdil dan berkualitas bisa digaransi.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.