Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Alarm dari Boyolali

02/1/2024 21:00

PENGANIAYAAN relawan capres-cawapres Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI di Boyolali menjadi alarm penting bahwa masa kampanye menjelang Pemilihan Umum 14 Februari nanti sudah mulai memanas dan sangat rawan gesekan. Peristiwa itu harus disikapi dengan serius, baik oleh pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), maupun pemerintah lantaran bisa mencederai pelaksanaan demokrasi dan menghambat penegakan demokrasi.

Dalam peristiwa Boyolali tersebut, aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap sejumlah pendukung pasangan calon presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD itu tujuh orang jadi korban. Dua orang mengalami luka berat dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit akibat dianiaya oknum tentara di depan markas Batalyon Infanteri Raider 408/SBH Kompi Senapan B Boyolali, Jawa Tengah.

Alih-alih menjadi pelindung bagi peserta kampanye dan pendukung capres, anggota TNI malah menjadi pelaku kekerasan terhadap pendukung Ganjar-Mahfud tersebut.
Insiden ini juga dikhawatirkan bisa memicu prasangka ketidaknetralan TNI dalam pemilu kali ini. Sebab, salah satu calon presiden yakni Prabowo Subianto merupakan pensiunan TNI.

Padahal, Presiden Joko Widodo sudah berulang kali menyerukan agar para penegak hukum, baik TNI, polisi, maupun kejaksaan untuk bersikap netral. Namun seruan itu bak gayung tak bersambut.

Sebelumnya, kampanye paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga kerap mendapat hambatan saat hendak menggelar acara. Sepanjang paruh kedua pada 2023, setidaknya enam kali izin acara Anies dicabut oleh pemerintah daerah setempat tanpa alasan yang masuk akal. Cara-cara seperti ini juga bisa memantik terjadinya gesekan yang membahayakan.

Memanasnya situasi juga amat mungkin terjadi bila KPU membiarkan kelalaian Panitia Pemilihan Luar Negeri Taiwan yang melakukan aksi curi star pengiriman surat suara kepada pemilih di Taipei. Di samping itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU juga dinilai belum berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga independensi dari berbagai dugaan intervensi.

Berbagai sikap, perilaku, putusan, hingga pernyataan-pernyataan kedua lembaga tersebut yang berujung pada pelemahan posisi keduanya maupun penyelenggaraan pemilu, bisa saja memantik kemarahan. Karena itu, para pemangku kebijakan di bidang pemilu mesti lebih ketat dalam menjalankan prinsip netralitas dan imparsialitas.

Kegagalan dalam menjaga prinsip-prinsip dasar itu bisa berimplikasi luas, tidak sekadar legitimasi yang terus-menerus dipersoalkan, tapi juga situasi panas antarpendukunga yang hisa berujung pada gesekan di bawah yang kian menajam. Para pihak yang berkepentingan harus menjunjung tinggi azas netralitas untuk meredam gesekan publik dan situasi kampanye yang mulai panas.
Di sisi lain, para kandidat juga dituntut melakukan hal serupa. Mereka hendaknya tidak menyerukan retorika-retorika yang memanasi dan memicu polarisasi para pendukung masing-masing.

Lakukanlah kampanye secara kreatif dan menyampaikan gagasan-gagasan cemerlang untuk kemajuan bangsa ini, dengan adu gagasan serta argumentasi. Ingat, pemilu kita menjadi sorotan dunia internasional. Hasil pemilu yang legitimate, tertib, dan damai bisa menjadi modal untuk perjalanan bangsa ke depan, sekaligus menarik minat berbagai kalangan, baik pelancong maupun investor untuk berbondong-bondong ke Indonesia, menanamkan uang mereka di negeri ini, sehingga perekonomian makin menggeliat, pekerjaan mudah didapat, dan negeri ini kian bermartabat.  



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.