Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMAT datang fajar baru 2024. Selamat tinggal 2023, tahun yang penuh drama. Tahun yang diwarnai sejumlah kisah gembira, tapi tidak sedikit diwarnai cerita sedih dalam berbangsa dan bernegara. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang stagnan, 5%, kehidupan politik dan hukum menorehkan potret kelam. Langit mendung masih menggelayut di bumi pertiwi.
Publik menyaksikan dengan telanjang, bagaimana 'penyelundupan hukum' terjadi melalui putusan Mahkamah Konstitusi tentang batas usia calon presiden dan calon wakil presiden. Putusan yang ditandai pelanggaran etika berat itu akhirnya
memberikan karpet merah untuk putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dalam berkontestasi pada Pemilihan Presiden 2024.
Tidak kurang menyayat hati dan membuat marah publik ialah penetapan status tersangka Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri yang diduga menerima suap sebesar Rp7,4 miliar.
Kasus Firli mencatatkan sejarah paling buruk yang menimpa lembaga anti-rasuah sekaligus menggenapkan tragedi trias politika yang korup di negeri ini, setelah Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, dan sejumlah pembantu presiden yang terlebih dahulu terjerat kasus serupa.
Meski lembaran lama penuh tragedi, lembaran baru 2024 harus kita sikapi dengan optimisme yang membuncah. Optimisme yang tidak mudah memang apabila kita melihat berbagai tantangan pada tahun ini, seperti pesta demokrasi, Pemilu pada 14 Februari untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta anggota DPD RI.
Selanjutnya, pilkada serentak untuk memilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, pada November.
Pesta demokrasi yang akan menjadi ujian di negeri ini apakah konsolidasi demokrasi di negeri ini semakin matang atau semakin rapuh. Optimisme akan hadir manakala anak bangsa ini mampu mengevaluasi dan menyadari kesalahan-kesalahan dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara pada tahun lalu.
Optimisme yang berlandaskan keinginan bersama untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Dengan demikian, kepentingan bersama harus di atas kepentingan golongan. Hentikan jargon bergerak untuk rakyat pada Pemilu 2024 apabila para elite politik tetap memiliki niat busuk menghalalkan segala cara demi merebut suara rakyat.
Oleh karena itu, pemerintah dan aparaturnya, penyelenggara pemilu, dan peserta pemilu harus seiring sejalan mewujudkan pemilu yang bermartabat, berintegritas, dan berkualitas, sehingga hasil pemilu benar-benar memberikan legitimasi politik yang kukuh untuk kepemimpinan nasional berikutnya.
Apabila pesta demokrasi berjalan jujur, adil, bebas, dan rahasia, maka akan berdampak pada sektor lain. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah pada tahun ini sebesar 5,2% memerlukan tumbuhnya kepercayaan dari rakyat, pelaku usaha, dan investor asing.
Presiden Jokowi harus memastikan para pembantunya bekerja sesuai dengan tupoksinya, terutama di jajaran ekonomi, untuk menjaga daya beli rakyat, ketersediaan bahan pokok, dan memitigasi geopolitik yang berdampak pada ekonomi global.
Tahun 2024 adalah ajang pembuktian apakah Presiden Jokowi mampu memberikan legasi besar pesta demokrasi yang sukses, riang gembira, dan tanpa kecurangan. Selain itu, Jokowi harus menghela kereta pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor lain tetap stabil. Rakyat ingin optimisme yang seutuhnya, bukan optimisme sekadar jualan dan bualan.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved