Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Debat dengan Akal Sehat

25/12/2023 21:00

DEBAT calon presiden dan calon wakil presiden mestinya diperkaya dengan gagasan. Dengan demikian, rakyat sebagai pemilih bisa memahami solusi yang ditawarkan capres atau cawapres untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara.

Dengan begitu, debat bukanlah ajang saling menjatuhkan untuk perkara yang tidak substantif, seperti penguasaan istilah atau singkatan. Debat dengan begitu harus mengelaborasi dan merasionalisasi program-program yang ditawarkan oleh pasangan calon. Pasalnya, acapkali pernyataan capres/cawapres dalam masa kampanye atau saat debat tidak rasional, bahkan menyesatkan.

Fakta itu terungkap dalam debat kedua para cawapres yang bertema ekonomi (baik ekonomi kerakyatan, ekonomi digital), keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan perkotaan. Debat menghadirkan cawapres dari paslon 01 Muhaimin Iskandar, cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka, dan paslon 03 Mahfud MD.

Gibran menjadikan debat sebagai ajang pamer penguasaan istilah atau singkatan. Misalnya, putra Presiden Joko Widodo yang menjabat Wali Kota Surakarta ini menanyakan ke Mahfud MD soal bagaimana membuat regulasi carbon capture and storage. Gibran juga menanyakan ke Muhaimin soal bagaimana meningkatkan rating SGIE.

Mahfud tidak menjelaskan perihal carbon capture and storage dan hanya memaparkan prinsip-prinsip membuat sebuah regulasi. Sementara itu, Muhaimin mengaku terus terang tidak mengetahui kepanjangan dari SGIE. Gibran dengan nada mengejek Muhaimin kemudian menyampaikan bahwa kepanjangan dari SGIE adalah State of the Global Islamic Economy.

Muhaimin pun kemudian bisa menjelaskan upaya-upaya untuk mendongkrak ekonomi syariah Indonesia yang kini bertengger pada rangking nomor 4 di tingkat dunia.

Kita mengapresiasi Mahfud MD dan Muhaimin tidak membalas Gibran dengan berbagai singkatan atau istilah teknis kepada Gibran. Jangankan membalas, kedua cawapres ini pun tidak menyiapkan pertanyaan terkait singkatan atau istilah yang tak lazim kepada Gibran. Dari sini kita bisa menilai kedua cawapres (Mahfud dan Muhaimin) tidak memiliki niat busuk untuk menjebak atau mempermalukan lawan debat pada forum terhormat yang digelar Komisi Pemilihan Umum tersebut.

Apa jadinya bila forum debat tersebut menjadi ajang balas membalas singkatan atau istilah? Tentu tidak elok, kekanak-kanakan, bahkan merugikan masyarakat yang seharusnya disuguhi paparan berkualitas dari para sosok calon pemimpin bangsa.

Debat capres/cawapres juga seharusnya menawarkan rasionalisasi yang masuk akal. Misalnya, Cawapres Gibran ingin menaikkan rasio pajak 23% untuk membiayai berbagai program kerja, seperti pendidikan dan kesehatan. Padahal, dalam sembilan tahun terakhir, rasio perpajakan kita tidak pernah menyenyuh 11% dari PDB. Tentu, mendongkraknya menjadi 23% jelas utopia yang amat sangat mengawang-awang.

Gagasan boleh saja selangit, namun tetap harus berpijak di bumi. Forum debat bukan untuk gagah-gagahan, mempermalukan lawan debat, melainkan menguji rasionalitas calon pemimpin bangsa agar rakyat tetap terjaga akal sehatnya.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal