Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Anak Muda Motor Perubahan

19/12/2023 05:00

SETIAP zaman melahirkan generasi masing-masing. Itu seolah sudah menjadi hukum dan takdir sejarah. Generasi itu ialah anak-anak muda, mereka yang menggerakkan perubahan, mereka yang mewarnai peradaban.

Perjalanan bangsa ini pun tidak lepas dari peran para pemuda, mulai era pergerakan pada 1920-an, era revolusi 1965, zaman Orde Lama, Orde Baru, era reformasi, hingga era kekinian yang juga disebut zaman digital.

Jika ada yang menganggap anak muda saat ini buta politik, generasi instan alias suka jalan pintas, tidak mau kerja keras, dan ogah berdialog hal-hal serius untuk kepentingan bangsa dan generasi ke depan, anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Bukankah gerakan #reformasidikorupsi yang viral sekitar empat tahun lalu justru digerakkan anak-anak muda? Begitu juga ketika ada upaya-upaya pelemahan terhadap komite antirasuah alias KPK beberapa tahun lalu, para pemuda itulah yang justru paling lantang bersuara.

Tidak bisa dimungkiri, ada sebagian anak muda yang apolitis. Namun, itu ada di hampir setiap zaman. Memberikan stigma bahwa anak muda sekarang secara keseluruhan buta politik dan kurang serius jelas anggapan yang terlalu gegabah.

Tengoklah betapa beberapa di antara anak muda itu justru amat kritis terhadap situasi negeri ini. Misalnya, ada mahasiswa UGM yang sangat kritis menyuarakan kegelisahan mereka, bahkan mengkritik alumnus mereka. Begitu pun beberapa anggota badan eksekutif mahasiswa di sejumlah universitas, yang sering mengkritik kekarut-marutan kondisi yang mereka rasakan.

Rian Fahardhi, influenceyang kerap dijuluki ‘Presiden Gen Z’, misalnya, bahkan yakin dan percaya ada bagian atau lapisan generasinya yang kelak akan mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Jika kita mau membuka mata dan telinga lebar-lebar, optimisme yang disampaikan Rian tidaklah berlebihan. Kini banyak anak muda di negeri ini yang memiliki kesadaran politik yang tinggi, baik yang bergiat di isu seputar antikorupsi, perusakan lingkungan, persoalan pluralisme, maupun isu-isu penting nan genting lainnya.

Kesadaran dan sikap kritis itulah yang harus didorong dan terus disemaikan ke banyak anak muda lainnya, bukan malah mematikan mereka dengan memberi stigma, apalagi dengan cara membungkam sikap kritis itu.

Sebaliknya, para pemuda juga harus menemukan martabat, fungsi, serta peran mereka sebagai agen perubahan, bukan mengerdilkan diri dengan gimik-gimik yang tidak perlu. Berbagai persoalan, baik di dalam maupun luar negeri, akan semakin kompleks ke depan. Untuk menjawab semua itu, dibutuhkan sumbangsih pemikiran dan peran dari seluruh elemen bangsa, terutama anak muda sebagai ahli waris masa depan.

Selain menggunakan hak pilih dalam pemilu untuk menentukan pemimpin berkualitas, kesadaran kritis itu dapat diterapkan sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing. Intinya, anak muda jangan diam dan harus menjadi motor penggerak perubahan.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal